HUT ke-498 Jakarta, Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah

Jum'at, 04 Juli 2025 - 20:11 WIB
loading...
HUT ke-498 Jakarta,...
Peneliti sejarah Islam Sariat Arifia menyebut HUT ke-498 Kota Jakarta merupakan peringatan kemenangan Koalisi Nusantara pimpinan Fatahillah. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Pembebasan Sunda Kelapa dari cengkeraman Portugis oleh pasukan Fatahillah pada 22 Juni 1527 kini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Jakarta. Pembebasan tersebut merupakan perjuangan bersama masyarakat dari berbagai daerah yang layak disebut sebagai Koalisi Nusantara.

Karenanya, peringatan hari ulang tahun (HUT) Jakarta perlu dirayakan bersama dengan daerah yang turut berjuang membebaskan Sunda Kelapa yang kini disebut Jakarta.

Hal itu dinyatakan peneliti sejarah Islam, Sariat Arifia terkait HUT ke-498 Kota Jakarta pada 2025 ini. “Tidak akan ada Jakarta kalau tidak ada pasukan koalisi yang didukung Demak, Cirebon, Jepara, Tuban dan Gresik pimpinan Fatahillah dari Pasai (Lhokseumawe, sekarang). Itu hasil perjuangan bersama,” katanya, Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Kisah Sultan Trenggono Membendung Pengaruh Portugis Taklukan Sunda Kelapa

Sariat yang sudah lima tahun lebih melakukan penelitian lapangan tentang Fatahillah dengan metode grounded theory ini berharap Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah dikembangkan koleksi dan narasinya dengan koleksi yang memperlihatkan koneksitas dengan daerah lain yang ikut berjuang membebaskan Jakarta dari cengkeraman penjajah. Dengan begitu, konsepsi Museum Fatahillah bisa memberikan gambaran yang lebih utuh terkait sejarah Kota Jakarta.

“Perlu ada narasi dan koleksi benda-benda sejarah yang terkait dengan perjuangan pembebasan Sunda Kelapa dari Pasai, Demak, Cirebon, Tuban, dan daerah-daerah lain yang turut serta. Perlu juga dilengkapi dengan narasi kaitan pembebasan Sunda Kelapa dengan upaya pembebasan Malaka oleh Pateh Unus, karena itu merupakan rangkaian juga,” ujar Sariat.

Baca juga: Kisah Fatahilah Ulama Besar dan Panglima Perang yang Hancurkan Portugis di Sunda Kelapa

Menurut Sariat, waktu itu Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menakjubkan dan terpenting di antara pelabuhan lainnya karena menjadi tempat perdagangan terbesar dijalankan, di mana semua orang berdatangan dari Sumatera, Palembang, Laue, Tanjungpura (Tamjompura), Malaka, Makassar, Jawa, Madura, dan banyak lagi. Sunda Kelapa menjadi simpul perdagangan rempah-rempah dunia.

“Letak Pelabuhan Sunda Kelapa berada dua hari perjalanan dari pusat kekuasaan Pakuan Pajajaran, Kota Dayo, tempat sang raja tinggal. Karena itulah, pelabuhan ini dianggap sebagai yang terpenting,” ucapnya.

Hal lain yang relevan diketahui dalam konteks HUT Jakarta adalah rentang waktu dan proses perjuangannya cukup Panjang. Perlu dipahami secara utuh, proses perjuangan dan pembentukan koalisi pembebas Jakarta memakan waktu cukup panjang.

Dimulai dari penyerangan Portugis ke Kerajaan Pasai, keberangkatan Fatahillah ke Tanah Suci, upaya pembebasan Malaka dari kekuasaan Portugis oleh Pateh Unus, kedatangan Fatahillah ke Demak dan Cirebon yang dilanjutkan dengan pengalangan dukungan untuk membebaskan Sunda Kelapa.



Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengusulkan agar setiap peringatan HUT Kota Jakarta mengundang daerah-daerah yang dulu ikut mendukung pembebasan Sunda Kelapa sebagai pengakuan adanya kebersamaan perjuangan.

“Mengundang daerah yang punya kontribusi historis, menurut saya, itu cakep. Keren kalau dilakukan,” kata politisi yang akrab disapa Bang Lukman.

Selain mengundang daerah yang punya kontribusi historis, Lukman juga mengusulkan agar Museum Fatahillah sebaiknya dikuatkan menjadi Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah supaya masyarakat tahu lahirnya Jakarta adalah hasil perjuangan daerah-daerah lain.

“Rangkaian prosesnya cukup panjang. Peristiwa yang dijadikan momentum HUT Jakarta bukan peristiwa yang berdiri sendiri, karenanya layak diperingati secara bersama karena faktanya itu adalah hasil perjuangan bersama warga Nusantara,” ujarnya.

Berdasarkan catatan sejarah, Fatahillah yang lahir dan dibesarkan di Pasai, melakukan hijrah ke Tanah Jawa untuk menggalang perlawanan yang berhasil mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa. Setelah berhasil membebaskan Sunda Kelapa, dia mengganti nama kota ini menjadi Jacarta ( Ja-karta ) yang berarti Kota Kemenangan.

Ada perdebatan pendapat posisi Fatahillah atau Faletehan pasca terusirnya Portugis dari Sunda Kelapa. Ada yan menyebut dia menjadi Adipati di Ja-karta, ada pula yang menyebut dia kembali ke Demak dan ada yang menyebutnya ke Cirebon, bahkan ada kisah dia memilih ke Banten.

“Cerita lengkap Fatahillah sudah kami dalami dan akan kami ungkapkan dalam buku yang kami siapkan. Bukan hanya kemana Fatahillah pasca-kemenangan di Sunda Kelapa, namun Dimana dia wafat dan dimakamkan, sudah kami kaji dan dalami secara cermat. Tunggu pubikasi hasil penelitian kami,” tukasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan ‘Persija Ale’
Memperingati HUT Jakarta...
Memperingati HUT Jakarta ke-499, Cerita Pemuda Betawi Jaga Jiwa Jakarta dan Lestarikan Budaya lewat Betawi Online Gallery di Shopee
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved