HUT ke-498 Jakarta, Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah
Jum'at, 04 Juli 2025 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Sariat, waktu itu Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menakjubkan dan terpenting di antara pelabuhan lainnya karena menjadi tempat perdagangan terbesar dijalankan, di mana semua orang berdatangan dari Sumatera, Palembang, Laue, Tanjungpura (Tamjompura), Malaka, Makassar, Jawa, Madura, dan banyak lagi. Sunda Kelapa menjadi simpul perdagangan rempah-rempah dunia.
“Letak Pelabuhan Sunda Kelapa berada dua hari perjalanan dari pusat kekuasaan Pakuan Pajajaran, Kota Dayo, tempat sang raja tinggal. Karena itulah, pelabuhan ini dianggap sebagai yang terpenting,” ucapnya.
Hal lain yang relevan diketahui dalam konteks HUT Jakarta adalah rentang waktu dan proses perjuangannya cukup Panjang. Perlu dipahami secara utuh, proses perjuangan dan pembentukan koalisi pembebas Jakarta memakan waktu cukup panjang.
Dimulai dari penyerangan Portugis ke Kerajaan Pasai, keberangkatan Fatahillah ke Tanah Suci, upaya pembebasan Malaka dari kekuasaan Portugis oleh Pateh Unus, kedatangan Fatahillah ke Demak dan Cirebon yang dilanjutkan dengan pengalangan dukungan untuk membebaskan Sunda Kelapa.
Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengusulkan agar setiap peringatan HUT Kota Jakarta mengundang daerah-daerah yang dulu ikut mendukung pembebasan Sunda Kelapa sebagai pengakuan adanya kebersamaan perjuangan.
“Mengundang daerah yang punya kontribusi historis, menurut saya, itu cakep. Keren kalau dilakukan,” kata politisi yang akrab disapa Bang Lukman.
“Letak Pelabuhan Sunda Kelapa berada dua hari perjalanan dari pusat kekuasaan Pakuan Pajajaran, Kota Dayo, tempat sang raja tinggal. Karena itulah, pelabuhan ini dianggap sebagai yang terpenting,” ucapnya.
Hal lain yang relevan diketahui dalam konteks HUT Jakarta adalah rentang waktu dan proses perjuangannya cukup Panjang. Perlu dipahami secara utuh, proses perjuangan dan pembentukan koalisi pembebas Jakarta memakan waktu cukup panjang.
Dimulai dari penyerangan Portugis ke Kerajaan Pasai, keberangkatan Fatahillah ke Tanah Suci, upaya pembebasan Malaka dari kekuasaan Portugis oleh Pateh Unus, kedatangan Fatahillah ke Demak dan Cirebon yang dilanjutkan dengan pengalangan dukungan untuk membebaskan Sunda Kelapa.
Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengusulkan agar setiap peringatan HUT Kota Jakarta mengundang daerah-daerah yang dulu ikut mendukung pembebasan Sunda Kelapa sebagai pengakuan adanya kebersamaan perjuangan.
“Mengundang daerah yang punya kontribusi historis, menurut saya, itu cakep. Keren kalau dilakukan,” kata politisi yang akrab disapa Bang Lukman.
Lihat Juga :