Uya Kuya Sebut MBG Investasi Kesehatan Generasi Penerus Bangsa
Kamis, 03 Juli 2025 - 08:09 WIB
loading...
Sosialisasi Program MBG di Aula Masjid Tangkuban Perahu, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Surya Utama atau populer disapa Uya Kuya menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG merupakan investasi kesehatan generasi penerus bangsa.
Hal ini disampaikan Uya Kuya dalam sosialisasi Program MBG di Aula Masjid Tangkuban Perahu, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025). Selain Uya Kuya, kegiatan ini dihadiri Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Gizi Nasional (BGN) Ari Yulianto, Anggota DPRD Jakarta Astrid Khairunisha, dan sekitar 300 peserta warga setempat.
"Program MBG adalah bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Program ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi soal investasi kesehatan generasi penerus bangsa," ujar Uya Kuya dalam keterangannya dikutip, Kamis (3/7/2025).
Ia menegaskan akan terus mengawal implementasi program MBG melalui peran aktifnya di Komisi IX DPR, yang menjadi mitra kerja resmi BGN.
Menambahkan hal tersebut, Astrid Khairunisha mengingatkan bahwa pentingnya makanan sehat dan bergizi tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, anak-anak Indonesia hanya bisa bersaing secara global apabila tumbuh dengan asupan gizi yang baik sejak dini.
"Makanan bergizi adalah fondasi utama mencetak generasi yang unggul dan siap berkompetisi di tingkat dunia. Program ini harus kita dukung bersama," ujarnya.
Sementara itu, Ari Yulianto menjelaskan, MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang mengarah pada pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka besar ini, MBG menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan kualitas SDM melalui perbaikan gizi masyarakat.
"Program MBG bukan hanya soal menekan angka stunting, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Selain itu, program ini membuka lapangan kerja melalui keberadaan dapur sehat atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang dikelola oleh warga setempat," kata Ari.
Program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ekonomi lokal. Melalui perekrutan tenaga operasional dapur dari masyarakat sekitar, MBG memberikan manfaat ganda bagi komunitas—meningkatkan kualitas gizi sekaligus membuka peluang kerja. Bagi warga yang tertarik menjadi mitra BGN dalam program ini, pendaftaran resmi dapat dilakukan melalui laman BGN.
"Dengan dukungan bersama, kita bisa wujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan gemilang," katanya.
Hal ini disampaikan Uya Kuya dalam sosialisasi Program MBG di Aula Masjid Tangkuban Perahu, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025). Selain Uya Kuya, kegiatan ini dihadiri Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Gizi Nasional (BGN) Ari Yulianto, Anggota DPRD Jakarta Astrid Khairunisha, dan sekitar 300 peserta warga setempat.
"Program MBG adalah bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Program ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi soal investasi kesehatan generasi penerus bangsa," ujar Uya Kuya dalam keterangannya dikutip, Kamis (3/7/2025).
Ia menegaskan akan terus mengawal implementasi program MBG melalui peran aktifnya di Komisi IX DPR, yang menjadi mitra kerja resmi BGN.
Menambahkan hal tersebut, Astrid Khairunisha mengingatkan bahwa pentingnya makanan sehat dan bergizi tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, anak-anak Indonesia hanya bisa bersaing secara global apabila tumbuh dengan asupan gizi yang baik sejak dini.
"Makanan bergizi adalah fondasi utama mencetak generasi yang unggul dan siap berkompetisi di tingkat dunia. Program ini harus kita dukung bersama," ujarnya.
Sementara itu, Ari Yulianto menjelaskan, MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang mengarah pada pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045. Dalam kerangka besar ini, MBG menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan kualitas SDM melalui perbaikan gizi masyarakat.
"Program MBG bukan hanya soal menekan angka stunting, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Selain itu, program ini membuka lapangan kerja melalui keberadaan dapur sehat atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang dikelola oleh warga setempat," kata Ari.
Program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ekonomi lokal. Melalui perekrutan tenaga operasional dapur dari masyarakat sekitar, MBG memberikan manfaat ganda bagi komunitas—meningkatkan kualitas gizi sekaligus membuka peluang kerja. Bagi warga yang tertarik menjadi mitra BGN dalam program ini, pendaftaran resmi dapat dilakukan melalui laman BGN.
"Dengan dukungan bersama, kita bisa wujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan gemilang," katanya.
(abd)
Lihat Juga :