Kisah Raja Muda Majapahit Mencari Jodoh hingga ke Tanah Sunda Berujung Duka

Sabtu, 28 Juni 2025 - 06:30 WIB
loading...
Kisah Raja Muda Majapahit...
Hayam Wuruk mencari jodoh saat berkuasa dan menjadi raja Kerajaan Majapahit hingga ke Tanah Sunda. Namun perjalanan cintanya berakhir tragis di Perang Bubat. Foto/@ainusantara
A A A
HAYAM WURUK mencari jodoh saat berkuasa dan menjadi raja di usia muda di Kerajaan Majapahit. Pencarian jodoh dilakukan bahkan hingga membuka sayembara, tapi tidak membuahkan hasil. Jodoh itu akhirnya mulai terungkap saat Hayam Wuruk mengetahui putri cantik Raja Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi.

Guna mencarikan jodoh bagi putranya, Tribhuwana Tunggadewi sampai mengerahkan utusan-utusan Majapahit ke seluruh penjuru nusantara. Salah satunya ke arah Sunda, di mana Dyah Pitaloka Citraresmi putri raja Sunda itu.

Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk

Sang ibu suri berharap ada perempuan yang cocok dari utusan-utusan yang dikirimkan itu sebagaimana dikisahkan pada Kidung Sunda. Upaya ini pun tak sia-sia, Hayam Wuruk tertarik dari gambaran lukisan yang memang mirip wajah dari putri Sunda itu. Hatinya tak bergeming dan timbul benih-benih cinta.



Earl Drake pada "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", mengisahkan Kerajaan Majapahit lantas mengirimkan utusan khusus ke Sunda. Utusan bernama Madhu itu bertujuan untuk melamar sang putri. Raja Sunda yang mendengar hal itu langsung gembira.

Baginya sang Raja Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar dan tersohor kala itu ingin menikahi putri cantiknya. Baginya ini merupakan kehormatan besar, kendati sang putri tidak terlalu tersanjung oleh lamaran tersebut, layaknya sang ayah.

Baca juga: Kisah Lawatan Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang Pandai Menari Topeng

Di Kidung Sunda diceritakan pejabat utusan Hayam Wuruk, Madhu pulang ke Majapahit membawa surat balasan dari raja Sunda. la segera disusul oleh utusan Sunda, yang berlayar dalam rombongan terdiri dari 200 kapal besar, serta dikawal oleh lebih dari 1.500 perahu kecil.

Keluarga Kerajaan Sunda datang dengan perahu junk Mongol, yang lazim digunakan kala itu. Sementara itu, Majapahit menggelar persiapan untuk menyambut para tamu dari Sunda.

Dua hari berselang, patih pelabuhan di Bubat melaporkan bahwa rombongan Sunda sudah hampir tiba. Hayam Wuruk dan keluarga siap menyambut mereka. Namun, Gajah Mada tak setuju.

Menurut Gajah Mada, tak seharusnya raja agung Majapahit menyambut seorang raja bawahan seperti Raja Sunda, dengan cara demikian. Tak ada yang bisa menduga apakah ia datang sebagai musuh dalam penyamaran.

Meskipun para pejabat penting istana dan abdi raja terkejut mendengar hal itu, tidak satupun bisa menentang sang Mahapatih Gajah Mada.

Kabar itu ditanggapi secara masam oleh Raja Sunda, yang mengutus langsung pejabat kepercayaannya bernama Anèpakên, dengan diiringi tiga pejabat dan 300 pengawal, untuk mendatangi kediaman Gajah Mada dengan membawa pesan sederhana. Sebab raja Majapahit tidak memenuhi janjinya, raja Sunda pun siap berlayar pulang.

Sebuah pembahasan alot pun berlangsung. Gajah Mada bersikukuh bahwa orang Sunda harus bersikap sebagai bawahan, sebagaimana dilakukan bawahan-bawahan lainnya di seantero nusantara. Kedua belah pihak saling menghina dan kemungkinan pertarungan sebagaimana pada Kidung Sunda tak dapat dihindarkan. Hingga akhirnya terjadi Perang Bubat yang mengakibatkan meninggalnya Raja Sunda dan Dyah Pitaloka Citraresmi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved