Kisah Raja Muda Majapahit Mencari Jodoh hingga ke Tanah Sunda Berujung Duka
Sabtu, 28 Juni 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Dua hari berselang, patih pelabuhan di Bubat melaporkan bahwa rombongan Sunda sudah hampir tiba. Hayam Wuruk dan keluarga siap menyambut mereka. Namun, Gajah Mada tak setuju.
Menurut Gajah Mada, tak seharusnya raja agung Majapahit menyambut seorang raja bawahan seperti Raja Sunda, dengan cara demikian. Tak ada yang bisa menduga apakah ia datang sebagai musuh dalam penyamaran.
Meskipun para pejabat penting istana dan abdi raja terkejut mendengar hal itu, tidak satupun bisa menentang sang Mahapatih Gajah Mada.
Kabar itu ditanggapi secara masam oleh Raja Sunda, yang mengutus langsung pejabat kepercayaannya bernama Anèpakên, dengan diiringi tiga pejabat dan 300 pengawal, untuk mendatangi kediaman Gajah Mada dengan membawa pesan sederhana. Sebab raja Majapahit tidak memenuhi janjinya, raja Sunda pun siap berlayar pulang.
Sebuah pembahasan alot pun berlangsung. Gajah Mada bersikukuh bahwa orang Sunda harus bersikap sebagai bawahan, sebagaimana dilakukan bawahan-bawahan lainnya di seantero nusantara. Kedua belah pihak saling menghina dan kemungkinan pertarungan sebagaimana pada Kidung Sunda tak dapat dihindarkan. Hingga akhirnya terjadi Perang Bubat yang mengakibatkan meninggalnya Raja Sunda dan Dyah Pitaloka Citraresmi.
Menurut Gajah Mada, tak seharusnya raja agung Majapahit menyambut seorang raja bawahan seperti Raja Sunda, dengan cara demikian. Tak ada yang bisa menduga apakah ia datang sebagai musuh dalam penyamaran.
Meskipun para pejabat penting istana dan abdi raja terkejut mendengar hal itu, tidak satupun bisa menentang sang Mahapatih Gajah Mada.
Kabar itu ditanggapi secara masam oleh Raja Sunda, yang mengutus langsung pejabat kepercayaannya bernama Anèpakên, dengan diiringi tiga pejabat dan 300 pengawal, untuk mendatangi kediaman Gajah Mada dengan membawa pesan sederhana. Sebab raja Majapahit tidak memenuhi janjinya, raja Sunda pun siap berlayar pulang.
Sebuah pembahasan alot pun berlangsung. Gajah Mada bersikukuh bahwa orang Sunda harus bersikap sebagai bawahan, sebagaimana dilakukan bawahan-bawahan lainnya di seantero nusantara. Kedua belah pihak saling menghina dan kemungkinan pertarungan sebagaimana pada Kidung Sunda tak dapat dihindarkan. Hingga akhirnya terjadi Perang Bubat yang mengakibatkan meninggalnya Raja Sunda dan Dyah Pitaloka Citraresmi.
(shf)
Lihat Juga :