Seorang Muslim Rohingya di Aceh Meninggal di Penampungan
Rabu, 09 September 2020 - 06:08 WIB
loading...
Mushalimah (21) seorang muslim Rohingya meninggal dunia di penampungan sementara Balai Latihan Kerja Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Foto iNews TV/ M Jafar
A
A
A
LHOKSEUMAWE - Mushalimah (21) seorang muslim Rohingya meninggal dunia di penampungan sementara Balai Latihan Kerja Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh , Selasa malam 8 September 2020. Warga Rohingya ini meninggal akibat menderita sakit. Saat ini jenazah masih disemayamkan sementara di ruang peti es jenazah menunggu proses pemakaman.
Humas RS Cut Mutia Lhokseumawe Jalaludin mengatakan, pasien meninggal sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah sekarang masih di kamar peti es jenazah untuk proses pemandian dan menunggu prosesi pemakaman yang belum pasti dimana lokasinya.
Menurut dia, jenazah Mushalimah dibawa ke RS Cut Mutia Lhokseumawe oleh pihak UNHCR. (Baca: Duel Maut di Perumahan Elite, Paman dan Ponakan Tewas Ditangan Satpam)
"Pasien diduga mengalami sakit pneumonia dan sesak napas. Penyakit umum yang diderita imigran Rohingya sebelumnya dia sudah di-rapid test. Tapi hasilnya nonreaktif,” kata Jalaluddin.
Jalaluddin menambahkan selain pasien meninggal Rumah Sakit Cut Meutia merawat dua imigran lain satu imigran anak berusia 16 tahun mengalami dehidrasi satu diantaranya sudah ke luar rumah sakit sekarang hanya sisa satu pasien lagi dirawat di ruang paru. (Bisa diklik: Pesta Pernikahan di Nias Berujung Maut, Seorang Pemuda Tewas Ditusuk)
Humas RS Cut Mutia Lhokseumawe Jalaludin mengatakan, pasien meninggal sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah sekarang masih di kamar peti es jenazah untuk proses pemandian dan menunggu prosesi pemakaman yang belum pasti dimana lokasinya.
Menurut dia, jenazah Mushalimah dibawa ke RS Cut Mutia Lhokseumawe oleh pihak UNHCR. (Baca: Duel Maut di Perumahan Elite, Paman dan Ponakan Tewas Ditangan Satpam)
"Pasien diduga mengalami sakit pneumonia dan sesak napas. Penyakit umum yang diderita imigran Rohingya sebelumnya dia sudah di-rapid test. Tapi hasilnya nonreaktif,” kata Jalaluddin.
Jalaluddin menambahkan selain pasien meninggal Rumah Sakit Cut Meutia merawat dua imigran lain satu imigran anak berusia 16 tahun mengalami dehidrasi satu diantaranya sudah ke luar rumah sakit sekarang hanya sisa satu pasien lagi dirawat di ruang paru. (Bisa diklik: Pesta Pernikahan di Nias Berujung Maut, Seorang Pemuda Tewas Ditusuk)
Lihat Juga :