Banyuwangi Luncurkan Ekosistem Beras Biofortifikasi Skala Industri Pertama di RI
Rabu, 25 Juni 2025 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
“Beras biofortifikasi menawarkan pendekatan berbasis pangan untuk mengurangi kekurangan zat gizi mikro, serta sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis dan target nasional penurunan stunting. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana inovasi di hulu dapat mendukung hilirisasi,” ujarnya.
Inti dari inisiatif ini adalah budidaya varietas padi biofortifikasi yang diperkaya dengan zat besi (Fe) dan zinc (Zn). Dua mikronutrien penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Pada tahap awal, ekosistem ini diuji di lahan seluas 5 hektar menggunakan varietas Nutrizinc, yang memiliki kandungan zat besi dan zinc 25–50% lebih tinggi dibandingkan padi biasa.
Meski Nutrizinc telah menunjukkan hasil gizi yang tinggi, di tahap selanjutnya ekosistem ini memperkenalkan varietas benih yang telah disempurnakan seperti IPB 9G dan IPB 15S, sekaligus menjajaki varietas padi biofortifikasi lainnya dengan kandungan gizi tinggi. Varietas-varietas ini menggabungkan kandungan mikronutrien yang tinggi dengan hasil panen yang lebih baik, sehingga lebih cocok untuk diperluas adopsinya di lapangan. Baca juga: Fortifikasi dan Biofortifikasi Atasi Problem Gizi
Sejalan dengan visi tersebut, Danone-AQUA memandang inisiatif ini sebagai bagian dari peta jalan keberlanjutan perusahaan (Danone Impact Journey) untuk meningkatkan kesehatan melalui makanan. Fokusnya pada tiga pilar utama yakni kesehatan, lingkungan, serta masyarakat dan komunitas.
“Kami berkomitmen membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, disertai dengan pendekatan yang holistik, dimana aspek pemenuhan gizi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan petani saling terkait,” ujar Head of Public Affairs & Sustainability Danone-AQUA Ratih Anggraeni.
Inti dari inisiatif ini adalah budidaya varietas padi biofortifikasi yang diperkaya dengan zat besi (Fe) dan zinc (Zn). Dua mikronutrien penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Pada tahap awal, ekosistem ini diuji di lahan seluas 5 hektar menggunakan varietas Nutrizinc, yang memiliki kandungan zat besi dan zinc 25–50% lebih tinggi dibandingkan padi biasa.
Meski Nutrizinc telah menunjukkan hasil gizi yang tinggi, di tahap selanjutnya ekosistem ini memperkenalkan varietas benih yang telah disempurnakan seperti IPB 9G dan IPB 15S, sekaligus menjajaki varietas padi biofortifikasi lainnya dengan kandungan gizi tinggi. Varietas-varietas ini menggabungkan kandungan mikronutrien yang tinggi dengan hasil panen yang lebih baik, sehingga lebih cocok untuk diperluas adopsinya di lapangan. Baca juga: Fortifikasi dan Biofortifikasi Atasi Problem Gizi
Sejalan dengan visi tersebut, Danone-AQUA memandang inisiatif ini sebagai bagian dari peta jalan keberlanjutan perusahaan (Danone Impact Journey) untuk meningkatkan kesehatan melalui makanan. Fokusnya pada tiga pilar utama yakni kesehatan, lingkungan, serta masyarakat dan komunitas.
“Kami berkomitmen membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, disertai dengan pendekatan yang holistik, dimana aspek pemenuhan gizi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan petani saling terkait,” ujar Head of Public Affairs & Sustainability Danone-AQUA Ratih Anggraeni.
(poe)
Lihat Juga :