Anggota DPRD Sebut Perubahan Nama Bank DKI Terburu-Buru
Rabu, 25 Juni 2025 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Pertambahan jumlah perbankan yang begitu pesat, sayangnya tak disertai dengan kualitas yang memadai sehingga banyak bank yang mengalami persoalan manajemen dan kredit macet.
“Bercermin pada peristiwa itu, kurang eloklah kalau nama bank umum yang dicoret kok dipakai lagi,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI yang akrab dengan panggilan Bang Lukman, Rabu (25/6/2025).
Baca juga: Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI Buntut Gangguan Layanan Digital
Sebelumnya, pada Minggu, 22 Juni 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung memperkenalkan nama dan logo baru Bank DKI menjadi Bank Jakarta.
Peluncuran nama baru tersebut memilih momen HUT ke-498 kota Jakarta agar perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi besar Jakarta menuju kota global yang inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.
Dengan begitu, sejak diumumkan di Taman Literasi Blok M maka identitas baru Bank DKI berubah menjadi Bank Jakarta. Namun penggunaan call name dan logo baru “Bank Jakarta” akan diterapkan secara bertahap, dan dalam masa transisi masih akan digunakan bersama dengan identitas sebelumnya agar hubungan dengan nasabah dan mitra tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan.
“Bercermin pada peristiwa itu, kurang eloklah kalau nama bank umum yang dicoret kok dipakai lagi,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI yang akrab dengan panggilan Bang Lukman, Rabu (25/6/2025).
Baca juga: Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI Buntut Gangguan Layanan Digital
Sebelumnya, pada Minggu, 22 Juni 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung memperkenalkan nama dan logo baru Bank DKI menjadi Bank Jakarta.
Peluncuran nama baru tersebut memilih momen HUT ke-498 kota Jakarta agar perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi besar Jakarta menuju kota global yang inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.
Dengan begitu, sejak diumumkan di Taman Literasi Blok M maka identitas baru Bank DKI berubah menjadi Bank Jakarta. Namun penggunaan call name dan logo baru “Bank Jakarta” akan diterapkan secara bertahap, dan dalam masa transisi masih akan digunakan bersama dengan identitas sebelumnya agar hubungan dengan nasabah dan mitra tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan.
Lihat Juga :