100 Siswa Siap Masuk Sekolah Rakyat di Malang 7 Juli 2025, Orang Tua Senang: Kan Gratis
Rabu, 25 Juni 2025 - 10:52 WIB
loading...
Sekolah Rakyat di Kota Malang menggunakan bangunan dari bekas Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang direvitalisasi. Foto/Avirista
A
A
A
MALANG - Orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kota Malang , Jawa Timur, menyambut antusias masuknya sang anak ke sekolah tersebut. Mereka senang karena sekolah ini gratis.
Sekolah Rakyat memang didorong Kepala Staf Kepresidenan Letjen (Purn) AM Putranto lebih cepat masuknya, yakni pada 7 Juli 2025. Ilmiatul Khoiroh, orang tua siswa Sekolah Rakyat, mengungkapkan rasa senangnya anaknya jadi satu dari 100 siswa yang bisa masuk Sekolah Rakyat pada 7 Juli 2025.
"Alhamdulillah anak saya langsung diterima. Alhamdulillah kalau SR ini kan gratis, dari mulai seragam, sepatu, buku. Kalau di SMP negeri kan kami masih mikir biaya, kalau ini gratis," kata Ilmiatul Khoiroh, Rabu (25/6/2025).
Baginya, Sekolah Rakyat gratis menjadi solusi di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Ia memang tidak bekerja. Suaminya pekerja bangunan dengan upah setiap bulannya Rp2 juta.
Baca Juga: Ini Dua Model Pembangunan Sekolah Rakyat
"Alhamdulillah senang adanya Sekolah Rakyat ini. Kalau sistemnya asrama nggak masalah, kan kayak mondok ya itu. Memang pertama anaknya agak nggak mau, cuma saya rayu-rayu akhirnya mau. Nggak masalah, kan orang tua juga kunjungan ke sana, seminggu sekali," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana menjelaskan, jenjang Sekolah Rakyat yang pertama dioperasikan yakni SMP. Bakal ada 100 anak dalam rombongan belajar (rombel) pertama yang akan memulai pembelajaran.
Sekolah Rakyat memang didorong Kepala Staf Kepresidenan Letjen (Purn) AM Putranto lebih cepat masuknya, yakni pada 7 Juli 2025. Ilmiatul Khoiroh, orang tua siswa Sekolah Rakyat, mengungkapkan rasa senangnya anaknya jadi satu dari 100 siswa yang bisa masuk Sekolah Rakyat pada 7 Juli 2025.
"Alhamdulillah anak saya langsung diterima. Alhamdulillah kalau SR ini kan gratis, dari mulai seragam, sepatu, buku. Kalau di SMP negeri kan kami masih mikir biaya, kalau ini gratis," kata Ilmiatul Khoiroh, Rabu (25/6/2025).
Baginya, Sekolah Rakyat gratis menjadi solusi di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Ia memang tidak bekerja. Suaminya pekerja bangunan dengan upah setiap bulannya Rp2 juta.
Baca Juga: Ini Dua Model Pembangunan Sekolah Rakyat
"Alhamdulillah senang adanya Sekolah Rakyat ini. Kalau sistemnya asrama nggak masalah, kan kayak mondok ya itu. Memang pertama anaknya agak nggak mau, cuma saya rayu-rayu akhirnya mau. Nggak masalah, kan orang tua juga kunjungan ke sana, seminggu sekali," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana menjelaskan, jenjang Sekolah Rakyat yang pertama dioperasikan yakni SMP. Bakal ada 100 anak dalam rombongan belajar (rombel) pertama yang akan memulai pembelajaran.
Lihat Juga :