IBI Pecahkan Rekor Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia Pada Ibu dan Anak
Selasa, 24 Juni 2025 - 23:59 WIB
loading...
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) meraih rekor MURI setelah memecahkan rekor Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia kepada Ibu dan Anak, Selasa (24/6/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memecahkan rekor Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia kepada Ibu dan Anak. Pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-74 dan Hari Bidan Nasional 2025.
Penghargaan ini merupakan wujud komitmen dan bukti nyata peran strategis bidan dalam mendukung pencegahan anemia pada Ibu dan anak di Indonesia demi mewujudkan generasi Indonesia bebas anemia defisiensi besi.
Baca juga: Buang Stigma Negatif! Profesi Bidan Vital Bagi Kesehatan Ibu dan Anak
Ketua Umum PP IBI Ade Jubaedah mengatakan, penghargaan rekor MURI yang diraih merupakan bukti kontribusi besar bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada publik. Khususnya dalam upaya pencegahan anemia pada ibu dan anak Indonesia.
Pencapaian rekor skrining dan edukasi pencegahan anemia pada ibu dan anak ini dilakukan melalui Gerakan Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia telah dilakukan oleh 31.864 bidan. Pelaksanaanya dilakukan dengan menggunakan kalkulator zat besi pada aplikasi eNutri dan berhasil menjangkau 57.509 ibu hamil dan menyusui serta 314.891 anak di seluruh Indonesia.
"Kami percaya bahwa skrining anemia yang terintegrasi dalam setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut," kata Ade Jubaedah, Selasa (24/6/2025).
Baca juga: Gencarkan Edukasi Gizi, IBI Jabar Beri Penghargaan 5 Bidan Inovatif
Oleh karena itu, lanjut dia, sejak Februari 2025 lalu pihaknya telah memulai Gerakan Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia, salah satu inisiatif dan komitmen dari IBI bersama dengan eNutri yang mengupayakan gerakan skrining dan edukasi pencegahan anemia defisiensi besi bagi ibu dan anak.
"Gerakan ini menjadi sangat penting dalam intervensi dini pencegahan kasus anemia, terutama sebelum gejala yang signifikan muncul dan menyebabkan berbagai masalah yang serius bagi ibu dan anak di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai upaya peningkatan peran aktif bidan dalam mendukung pencegahan dan skrining anemia defisiensi besi pada ibu dan anak Indonesia, IBI juga telah meluncurkan rekomendasi.
Di antaranya, bidan harus berperan aktif dalam pencegahan dan skrining Anemia Defisiensi Besi (ADB); Skrining rutin ADB bagi anak serta Ibu hamil dan menyusui di layanan kesehatan primer; Alat Skrining Non-Invasif seperti kalkulator zat besi.
“Kami menghimbau kepada para bidan di seluruh Indonesia untuk terus mengedukasi tentang pentingnya memastikan kecukupan zat besi harian pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak untuk cegah anemia," katanya.
Dia menjelaskan, bidan memiliki peranan penting untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan anak, terutama dalam meningkatkan pencegahan dini anemia defisiensi besi dan mengawal tumbuh kembang anak pada awal kehidupan.
"Kedepannya, kami akan terus membuka kesempatan untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga bisa semakin memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi Ibu dan anak Indonesia,” ujar Ade Jubaedah.
Sementara itu, Digital Engagement Lead eNutri Gladys Samosir mengatakan, pemecahan rekor MURI ini merupakan bentuk apresiasi dari kontribusi dalam mendukung peran bidan melakukan pencegahan anemia defisiensi besi pada Ibu dan Anak Indonesia.
"Kedepannya, kolaborasi yang telah kami lakukan bersama IBI ini diharapkan bisa terus berlangsung secara berkelanjutan agar dapat menjangkau lebih banyak bidan yang berada di seluruh pelosok Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan yang baik untuk ibu dan anak,” sebutnya.
Penghargaan ini merupakan wujud komitmen dan bukti nyata peran strategis bidan dalam mendukung pencegahan anemia pada Ibu dan anak di Indonesia demi mewujudkan generasi Indonesia bebas anemia defisiensi besi.
Baca juga: Buang Stigma Negatif! Profesi Bidan Vital Bagi Kesehatan Ibu dan Anak
Ketua Umum PP IBI Ade Jubaedah mengatakan, penghargaan rekor MURI yang diraih merupakan bukti kontribusi besar bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada publik. Khususnya dalam upaya pencegahan anemia pada ibu dan anak Indonesia.
Pencapaian rekor skrining dan edukasi pencegahan anemia pada ibu dan anak ini dilakukan melalui Gerakan Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia telah dilakukan oleh 31.864 bidan. Pelaksanaanya dilakukan dengan menggunakan kalkulator zat besi pada aplikasi eNutri dan berhasil menjangkau 57.509 ibu hamil dan menyusui serta 314.891 anak di seluruh Indonesia.
"Kami percaya bahwa skrining anemia yang terintegrasi dalam setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut," kata Ade Jubaedah, Selasa (24/6/2025).
Baca juga: Gencarkan Edukasi Gizi, IBI Jabar Beri Penghargaan 5 Bidan Inovatif
Oleh karena itu, lanjut dia, sejak Februari 2025 lalu pihaknya telah memulai Gerakan Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia, salah satu inisiatif dan komitmen dari IBI bersama dengan eNutri yang mengupayakan gerakan skrining dan edukasi pencegahan anemia defisiensi besi bagi ibu dan anak.
"Gerakan ini menjadi sangat penting dalam intervensi dini pencegahan kasus anemia, terutama sebelum gejala yang signifikan muncul dan menyebabkan berbagai masalah yang serius bagi ibu dan anak di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai upaya peningkatan peran aktif bidan dalam mendukung pencegahan dan skrining anemia defisiensi besi pada ibu dan anak Indonesia, IBI juga telah meluncurkan rekomendasi.
Di antaranya, bidan harus berperan aktif dalam pencegahan dan skrining Anemia Defisiensi Besi (ADB); Skrining rutin ADB bagi anak serta Ibu hamil dan menyusui di layanan kesehatan primer; Alat Skrining Non-Invasif seperti kalkulator zat besi.
“Kami menghimbau kepada para bidan di seluruh Indonesia untuk terus mengedukasi tentang pentingnya memastikan kecukupan zat besi harian pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak untuk cegah anemia," katanya.
Dia menjelaskan, bidan memiliki peranan penting untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan anak, terutama dalam meningkatkan pencegahan dini anemia defisiensi besi dan mengawal tumbuh kembang anak pada awal kehidupan.
"Kedepannya, kami akan terus membuka kesempatan untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga bisa semakin memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi Ibu dan anak Indonesia,” ujar Ade Jubaedah.
Sementara itu, Digital Engagement Lead eNutri Gladys Samosir mengatakan, pemecahan rekor MURI ini merupakan bentuk apresiasi dari kontribusi dalam mendukung peran bidan melakukan pencegahan anemia defisiensi besi pada Ibu dan Anak Indonesia.
"Kedepannya, kolaborasi yang telah kami lakukan bersama IBI ini diharapkan bisa terus berlangsung secara berkelanjutan agar dapat menjangkau lebih banyak bidan yang berada di seluruh pelosok Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan yang baik untuk ibu dan anak,” sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :