Terungkap Alasan Sindikat WNA Malaysia Lakukan Phising Bermodus Fake BTS di Indonesia

Selasa, 24 Juni 2025 - 20:00 WIB
loading...
Terungkap Alasan Sindikat...
Polda Metro Jaya mengungkap alasan tiga WNA asal Malaysia melakukan aksi phising fake BTS di Indonesia. Foto/Ari Sandita Murti
A A A
JAKARTA - Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon membeberkan alasan WNA asal Malaysia, yakni OKH (53) dan CY (29) serta LW (35) yang masih berstatus DPO melakukan aksi phising fake BTS di Indonesia. Otak kejahatan ini adalah LW yang masih diburu polisi.

"Pelaku (OKH dan CY) hanya berdasarkan perintah kontrak. Jadi dia diperintahkan oleh mastermind-nya (LW) orang Malaysia juga. Dia berangkat dengan kesepakatan gaji, gaji kurang lebih 10.000 ringgit perbulan," ujarnya pada wartawan, Selasa (24/6/2025).

Baca juga: Polisi Tangkap 2 WNA Malaysia Pelaku Phising Bermodus Fake BTS, Ini Tampangnya

Menurutnya, pelaku OKH dan CY bertemu dengan pelaku yang melakukan perencanaan, LW di tempat hiburan malam, keduanya lantas ditawari pekerjaan hingga akhirnya kedua pelaku itu mau.

Keduanya berangkat ke Indonesia untuk menjalankan blasting SMS menggunakan sebuah alat yang dikirimkan pelaku utama dari Malaysia.



"Dikirim mastermind pelaku utama dari Malaysia, kemudian diinstall sendiri di mobil rental yang mereka sewa. Mereka hanya dipandu melalui video call, cuma sambung-sambungin (perangkatnya) saja," tuturnya.

Dia menerangkan, perangkat blasing SMS itu operasionalnya secara otomatis mirip dengan BTS, yang didalamnya terdapat konten SMS. Selanjutnya SMS itu bakal terkirim ke semua nomor handphone dalam radius perangkat fake BTS tersebut.

Baca juga: 12 Orang Jadi Korban SMS Phising Fake BTS, Kerugian Rp473 juta

"Pelaku ini membawa perangkat yang sudah terinstal di dalam mobil, berjalan mengendarai mobil tersebut ke lokasi ramai atau padat, contohnya saat siang di pusat bisnis, perkantoran, mall, melalui alat ini dia akan memblasting pesan yang isinya berupa link pising," jelasnya.

Dia mengungkap, pesan yang seolah berasal dari bank tersebut intinya berisi agar calon korban mengecek perbankan miliknya di sebuah link lantas mengisi data diri berikut rekening hingga kartu kredit.

Saat data korban masuk, pelaku yang ada di luar negeri pun mengambil alih keuangan milik korban dan mengurasnya.

"Pelaku melakukan perencanaan, terus kesepakatan semua di Malaysia. Jadi dia di Indonesia itu, dia mencari rental mobil sendiri, mencari tempat penginapan sendiri, terus dikirimkan alatnya di Indonesia, kemudian dia instal sendiri. Pelaku yang ada di luar negeri akan menggunakan segala informasi ini untuk mengambil alih akun perbankan milik korban," paparnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
Jadi Tersangka, Bos...
Jadi Tersangka, Bos WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ditahan
Polisi Ringkus Owner...
Polisi Ringkus Owner WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,6 Miliar
Rismon Sianipar Dilaporkan...
Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Rekomendasi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved