Kisah Sentot, Anak Muda Panglima Perang Jawa Andalan Pangeran Diponegoro
Jum'at, 20 Juni 2025 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Sentot berhasil memenangkan pertempuran dengan pasukan Gerak Cepat ke-8 yang dipimpin Mayor HF Buschkens di Kroya, Bagelen Timur, awal Oktober 1828. Namun, di sisi lain dinamika jalannya perang ini mulai tidak menguntungkan Pangeran Diponegoro.
Pada Desember 1828, Sentot meminta agar diberi kuasa untuk memimpin seluruh kekuatan pasukan Diponegoro di medan tempur sekaligus diizinkan menarik pajak langsung yang berarti mengabaikan patih.
Hal ini akhirnya mengganggu batin sang pangeran yang sadar bahwa perannya sebagai Ratu Adil mestilah menjamin kebijakan pajak yang ringan dan tersedianya sandang pangan murah.
Pangeran Diponegoro khawatir jangan-jangan rakyat kebanyakan bakal ditindas jika Sentot yang terkenal suka hidup boros itu diizinkan memegang dalam satu tangan tanggung jawab militer dan pemerintahan. Pangeran lalu meminta pendapat para komandan lain sekaligus bertanya pada pamannya Pangeran Ngabehi.
Pada Desember 1828, Sentot meminta agar diberi kuasa untuk memimpin seluruh kekuatan pasukan Diponegoro di medan tempur sekaligus diizinkan menarik pajak langsung yang berarti mengabaikan patih.
Hal ini akhirnya mengganggu batin sang pangeran yang sadar bahwa perannya sebagai Ratu Adil mestilah menjamin kebijakan pajak yang ringan dan tersedianya sandang pangan murah.
Pangeran Diponegoro khawatir jangan-jangan rakyat kebanyakan bakal ditindas jika Sentot yang terkenal suka hidup boros itu diizinkan memegang dalam satu tangan tanggung jawab militer dan pemerintahan. Pangeran lalu meminta pendapat para komandan lain sekaligus bertanya pada pamannya Pangeran Ngabehi.
(jon)
Lihat Juga :