KKDN di Desa Sinarresmi Sukabumi, Mahasiswa S2 Unhan Kaji Pertahanan Nirmiliter
Kamis, 19 Juni 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah manajemen pertahanan dalam skala mikro. Desa seperti Sinarresmi adalah laboratorium nyata bagaimana masyarakat sipil menjalankan fungsi pertahanan tanpa komando. Mereka menjadi benteng sosial terhadap derasnya arus globalisasi,” ujar Kolonel Zakky dalam sesi refleksi kegiatan, Kamis (19/6/2025).
Baca juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Tema culture security menjadi titik tekan dalam kegiatan ini, merujuk pada konsep pertahanan nirmiliter yang sangat relevan dalam menghadapi ancaman abad ke-21 seperti infiltrasi budaya, disorientasi identitas nasional, dan krisis nilai. Para narasumber menegaskan pertahanan negara tidak semata-mata bersandar pada kekuatan bersenjata, tetapi juga pada kekuatan lunak seperti budaya, pendidikan, dan nilai-nilai lokal.
Namun, Desa Sinarresmi juga menghadapi tantangan nyata, seperti ancaman disrupsi dari pariwisata masif, urbanisasi nilai, hingga ketimpangan digital yang dapat memutus akar generasi mudanya. Hal ini menjadi peringatan akan pentingnya kebijakan strategis yang berpihak pada penguatan budaya sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional.
"Menjaga budaya adalah menjaga bangsa. Desa Sinarresmi bukan sekadar masa lalu yang lestari, tetapi masa depan yang kokoh, asal dikelola dengan visi pertahanan yang inklusif,” ujar Kolonel Zakky.
Baca juga: Unhan Cetak 426 Lulusan Unggul, Wamenhan Beri Pesan Penting
Tema culture security menjadi titik tekan dalam kegiatan ini, merujuk pada konsep pertahanan nirmiliter yang sangat relevan dalam menghadapi ancaman abad ke-21 seperti infiltrasi budaya, disorientasi identitas nasional, dan krisis nilai. Para narasumber menegaskan pertahanan negara tidak semata-mata bersandar pada kekuatan bersenjata, tetapi juga pada kekuatan lunak seperti budaya, pendidikan, dan nilai-nilai lokal.
Namun, Desa Sinarresmi juga menghadapi tantangan nyata, seperti ancaman disrupsi dari pariwisata masif, urbanisasi nilai, hingga ketimpangan digital yang dapat memutus akar generasi mudanya. Hal ini menjadi peringatan akan pentingnya kebijakan strategis yang berpihak pada penguatan budaya sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional.
"Menjaga budaya adalah menjaga bangsa. Desa Sinarresmi bukan sekadar masa lalu yang lestari, tetapi masa depan yang kokoh, asal dikelola dengan visi pertahanan yang inklusif,” ujar Kolonel Zakky.
(cip)
Lihat Juga :