Menko PM: Pemerintah Wajib Terima Kasih ke Pesantren dalam Mengatasi Kemiskinan
Kamis, 19 Juni 2025 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Dibutuhkan kolaborasi multipihak dan sinergi pemerintah, akademisi, dan pesantren untuk mengamplifikasi gaung pemberdayaan masyarakat sehingga dampaknya semakin nyata dan optimal.
“Saya yakin, membangun desa artinya membangun fondasi bangsa. Desa bukan hanya tempat tinggal, namun tempat pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahtetaan rakyat. Kita perlu mendorong pesantren menjadi rural empowerment hub atau Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa,” katanya.
Gus Muhaimin menambahkan, pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dengan cara terlibat dalam berbagai program prioritas pemerintah. Saat ini lebih dari 41.200 pesantren terdaftar di Kemenag pada 2024. Perguruan tinggi dan pesantren harus memiliki napas yang sama yaitu pendidikan untuk keberdayaan.
“Mari kita tinggalkan praktik pendidikan yang transaksional, (hanya menggugurkan kewajiban mengajar, mengejar akreditasi semata, dan berorientasi meluluskan murid sebanyak-banyaknya) menuju pendidikan transformative,” katanya.
Tridharma perguruan tinggi terutama universitas Islam agar menumbuhkan enterpreneurship dan menghasilkan produk-produk yang mendukung kemandirian masyarakat desa, seperti teknologi tepat guna bukan hanya menghasilkan khazanah pemikiran atau literature.
“Saya yakin, membangun desa artinya membangun fondasi bangsa. Desa bukan hanya tempat tinggal, namun tempat pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahtetaan rakyat. Kita perlu mendorong pesantren menjadi rural empowerment hub atau Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa,” katanya.
Gus Muhaimin menambahkan, pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menaikkan taraf hidup masyarakat dengan cara terlibat dalam berbagai program prioritas pemerintah. Saat ini lebih dari 41.200 pesantren terdaftar di Kemenag pada 2024. Perguruan tinggi dan pesantren harus memiliki napas yang sama yaitu pendidikan untuk keberdayaan.
“Mari kita tinggalkan praktik pendidikan yang transaksional, (hanya menggugurkan kewajiban mengajar, mengejar akreditasi semata, dan berorientasi meluluskan murid sebanyak-banyaknya) menuju pendidikan transformative,” katanya.
Tridharma perguruan tinggi terutama universitas Islam agar menumbuhkan enterpreneurship dan menghasilkan produk-produk yang mendukung kemandirian masyarakat desa, seperti teknologi tepat guna bukan hanya menghasilkan khazanah pemikiran atau literature.
(cip)
Lihat Juga :