Ranger Gede Pangrango Rapatkan Barisan, Amankan Ribuan Pendaki Tertipu Base Camp Nakal
Senin, 16 Juni 2025 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
“Pendaki dipaksa beli tiket lewat BC, kalau gak beli lewat BC maka gak dikasih parkir. Pendaki akan diantar oleh BC masuk ke gerbang (pendakian) pada malam hari atau lewat jalan (jalur) ilegal supaya tidak ketemu petugas,” ucapnya.
Arif telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk rutin berpatroli dan menindak tegas pada pendaki ilegal. “Yang takut minggir. Saya gak perlu petugas yang takut dan gak mau membantu. Petugas kan sudah dipersenjatai, masak pistol kalah sama golok,” tegasnya.
Arif tak menampik bahwa menghadapi BC-BC nakal dan pendaki ilegal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi BC-BC nakal notabene masyarakat yang tinggal sekitar kawasan.
Untuk itulah upaya preventif seperti sosialisasi dan pencerahan terus dilakukan pihak TNGGP. Karena jika tidak betul-betul presisi, upaya yang dilakukan petugas dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Tujuan wisata TNGGP saat ini masih didominasi kegiatan pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Berbagai upaya yang telah dilakukan Balai Besar TNGGP Kementerian Kehutanan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung wisata alam.
Pelayanan yang diberikan seperti pendaftaran online dan pembayaran langsung, penerapan kuota 600 orang per hari, melibatkan masyarakat dan volunteer dalam pelayanan wisata. Selama libur panjang 29 Mei-1 Juni 2025 lalu, Balai Besar TNGGP menempatkan petugas di lokasi yang disinyalir menjadi jalur ilegal pendakian selama 24 jam.
Upaya pencegahan membuahkan hasil dengan menurunkan 2.658 pendaki dari Gunung Gede-Pangrango karena tidak mengantongi izin resmi pendakian selama libur panjang 29 Mei-1 Juni 2025 lalu. Setelah didata mereka mendapat pembinaan dari petugas.
Arif telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk rutin berpatroli dan menindak tegas pada pendaki ilegal. “Yang takut minggir. Saya gak perlu petugas yang takut dan gak mau membantu. Petugas kan sudah dipersenjatai, masak pistol kalah sama golok,” tegasnya.
Arif tak menampik bahwa menghadapi BC-BC nakal dan pendaki ilegal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi BC-BC nakal notabene masyarakat yang tinggal sekitar kawasan.
Untuk itulah upaya preventif seperti sosialisasi dan pencerahan terus dilakukan pihak TNGGP. Karena jika tidak betul-betul presisi, upaya yang dilakukan petugas dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Sanksi Larangan Mendaki Gunung-gunung di Indonesia
Gunung Gede-Pangrango merupakan salah satu taman nasional dengan ekosistem hutan hujan tropis pegunungan yang menjadi destinasi favorit bagi pengunjung wisata alam yang berasal dari kota besar seperti Jabodetabek dan kota lainnya di Indonesia.Tujuan wisata TNGGP saat ini masih didominasi kegiatan pendakian Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Berbagai upaya yang telah dilakukan Balai Besar TNGGP Kementerian Kehutanan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung wisata alam.
Pelayanan yang diberikan seperti pendaftaran online dan pembayaran langsung, penerapan kuota 600 orang per hari, melibatkan masyarakat dan volunteer dalam pelayanan wisata. Selama libur panjang 29 Mei-1 Juni 2025 lalu, Balai Besar TNGGP menempatkan petugas di lokasi yang disinyalir menjadi jalur ilegal pendakian selama 24 jam.
Upaya pencegahan membuahkan hasil dengan menurunkan 2.658 pendaki dari Gunung Gede-Pangrango karena tidak mengantongi izin resmi pendakian selama libur panjang 29 Mei-1 Juni 2025 lalu. Setelah didata mereka mendapat pembinaan dari petugas.
Lihat Juga :