Universitas Pakuan dan Unisza Malaysia Kolaborasi Bangun Desa Wisata di Kemang Bogor
Minggu, 15 Juni 2025 - 06:01 WIB
loading...
FGD untuk membangun Desa Wisata menuju Green Economy dan Desa Cerdas di Kecamatan Kemang, Bogor. FOTO/IST
A
A
A
BOGOR - Universitas Pakuan (Unpak) menggandeng Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza) Malaysia menginisiasi pembangunan Desa Wisata berbasis Green Economy dan Desa Cerdas di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kolaborasi lintas negara ini diwujudkan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Program Studi S2 Ilmu Komputer Sekolah Pascasarjana (SPs) Unpak bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
FGD tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari unsur pentahelix: akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah daerah, dan media. Kehadiran berbagai elemen masyarakat seperti tokoh adat, pelaku UMKM, pemuda, ibu-ibu, hingga pengrajin batik lokal mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap inisiatif ini.
Program ini diprakarsai oleh dua dosen Unpak, Eneng Tita Tosida dan Fredi Andria, sebagai bentuk implementasi riset berkelanjutan lintas disiplin.
"Kami tidak hanya fokus pada pemberdayaan masyarakat, tapi juga teknologi ramah lingkungan," ujar Eneng dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa Ilmu Komputer SPs Unpak bersama Kimia FMIPA telah membangun instalasi pengolah air limbah batik berbasis teknologi elektrokoagulasi yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).
Dari sisi manajemen dan tata kelola, Fredi menambahkan pentingnya kolaborasi dengan ahli dari FEB. "Peran FEB dalam program ini adalah merancang strategi pengelolaan dan pengawasan yang berkelanjutan, agar desa wisata ini bisa berkembang secara ekonomi tanpa meninggalkan aspek lingkungan dan sosial," katanya.
Kolaborasi lintas negara ini diwujudkan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Program Studi S2 Ilmu Komputer Sekolah Pascasarjana (SPs) Unpak bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
FGD tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari unsur pentahelix: akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah daerah, dan media. Kehadiran berbagai elemen masyarakat seperti tokoh adat, pelaku UMKM, pemuda, ibu-ibu, hingga pengrajin batik lokal mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap inisiatif ini.
Program ini diprakarsai oleh dua dosen Unpak, Eneng Tita Tosida dan Fredi Andria, sebagai bentuk implementasi riset berkelanjutan lintas disiplin.
"Kami tidak hanya fokus pada pemberdayaan masyarakat, tapi juga teknologi ramah lingkungan," ujar Eneng dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa Ilmu Komputer SPs Unpak bersama Kimia FMIPA telah membangun instalasi pengolah air limbah batik berbasis teknologi elektrokoagulasi yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).
Dari sisi manajemen dan tata kelola, Fredi menambahkan pentingnya kolaborasi dengan ahli dari FEB. "Peran FEB dalam program ini adalah merancang strategi pengelolaan dan pengawasan yang berkelanjutan, agar desa wisata ini bisa berkembang secara ekonomi tanpa meninggalkan aspek lingkungan dan sosial," katanya.
Lihat Juga :