UEA Dukung Penanganan Sampah Plastik di Aliran Sungai Kota Surabaya
Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini kapasitas penanganan sampah di TPA Benowo (Kota Surabaya) saat ini terbatas sebanyak 1.530 ton/hari. Dengan timbulan sampah yang mencapai 1.810 ton/hari, kondisi ini meninggalkan hampir 300 ton sampah per hari yang masih membutuhkan penanganan sampah melalui peran aktif seperti bank sampah, kelompok masyarakat, penanganan sampah organik, dan sebagainya.
Dalam kegiatan ini, Clean Rivers dan UNDP dengan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) juga mengunjungi salah satu kelompok Gerakan Sedekah Sampah (GRADASI) yang ada di Kelurahan Balas Klumprik, sebagai salah satu bentuk integrasi penanganan sampah berbasis komunitas.
Melalui pengelolaan sampah anorganik di Bank Sampah dan Gerakan Sedekah Sampah di RW 05 Kelurahan Balas Klumprik, serta pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak, warga telah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berdaya guna. Ditambah dengan inisiatif penanaman mangrove dan urban farming, RW 05 tak hanya menangani sampah dari rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan pangan secara lokal.
Keberhasilan RW 05 adalah bukti bahwa solusi atas krisis sampah plastik sungai dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat. Inisiatif seperti ini menjadi inspirasi kuat bagi wilayah lain untuk ikut bergerak.
Dalam kegiatan ini, Clean Rivers dan UNDP dengan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) juga mengunjungi salah satu kelompok Gerakan Sedekah Sampah (GRADASI) yang ada di Kelurahan Balas Klumprik, sebagai salah satu bentuk integrasi penanganan sampah berbasis komunitas.
Melalui pengelolaan sampah anorganik di Bank Sampah dan Gerakan Sedekah Sampah di RW 05 Kelurahan Balas Klumprik, serta pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak, warga telah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berdaya guna. Ditambah dengan inisiatif penanaman mangrove dan urban farming, RW 05 tak hanya menangani sampah dari rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan pangan secara lokal.
Keberhasilan RW 05 adalah bukti bahwa solusi atas krisis sampah plastik sungai dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat. Inisiatif seperti ini menjadi inspirasi kuat bagi wilayah lain untuk ikut bergerak.
(cip)
Lihat Juga :