Ratusan Umat Buddha Ikuti Uji Coba Dharmayatra ke Candi Borobudur
Jum'at, 13 Juni 2025 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Dengan pangsa pasar umat Buddha yang banyak sekitar 400 juta di dunia, destinasi wisata spiritual ini sangat memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Dan kalau permohonan saya ke depan tidak dibatasi waktu, namun cukup diberikan satu space tempat yang khusus, jadi tidak mengganggu wisatawan yang biasa dan juga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan baik. Kalau tidak diberikan waktu malam, misalkan jam 4 sore sampai jam 9 atau pagi jam 4 subuh sampai jam 7,” katanya.
Kegiatan uji coba atau trial ini berkolaborasi dengan yayasan, majelis, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha.
“Ini adalah trial yang kita lakukan bekerja sama dengan Daya Nusa atau Yayasan Dharmayatra Nusantara Utama yang berlokasi di Borobudur di bawah Kementerian Agama dan juga kita bekerja sama dengan berbagai majelis-majelis agama Buddha yang ada di Indonesia, serta perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha. Selain itu, juga turut bekerja sama dengan semua tour travel agent dan biro perjalanan serta perhotelan di Magelang dan Yogyakarta,” jelasnya.
Candra Dvi Jayanti, peserta mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra Semarang menilai kunjungan spiritual seperti ini sangat menarik karena terasa lebih nyaman daripada dilakukan sendiri.
“Sebagai umat saya sangat merasa nyaman dan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kalau misal kunjungan sendiri gitu ya, mungkin kita tidak tahu arah pujanya mau seperti apa, kemudian mungkin kurang mengena karena tidak ada instrukturnya terus kemudian juga mungkin kita belum tahu nih kita mau melakukan apa di Candi Borobudur," ujarnya.
“Dan kalau permohonan saya ke depan tidak dibatasi waktu, namun cukup diberikan satu space tempat yang khusus, jadi tidak mengganggu wisatawan yang biasa dan juga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan baik. Kalau tidak diberikan waktu malam, misalkan jam 4 sore sampai jam 9 atau pagi jam 4 subuh sampai jam 7,” katanya.
Kegiatan uji coba atau trial ini berkolaborasi dengan yayasan, majelis, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha.
“Ini adalah trial yang kita lakukan bekerja sama dengan Daya Nusa atau Yayasan Dharmayatra Nusantara Utama yang berlokasi di Borobudur di bawah Kementerian Agama dan juga kita bekerja sama dengan berbagai majelis-majelis agama Buddha yang ada di Indonesia, serta perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha. Selain itu, juga turut bekerja sama dengan semua tour travel agent dan biro perjalanan serta perhotelan di Magelang dan Yogyakarta,” jelasnya.
Candra Dvi Jayanti, peserta mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra Semarang menilai kunjungan spiritual seperti ini sangat menarik karena terasa lebih nyaman daripada dilakukan sendiri.
“Sebagai umat saya sangat merasa nyaman dan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kalau misal kunjungan sendiri gitu ya, mungkin kita tidak tahu arah pujanya mau seperti apa, kemudian mungkin kurang mengena karena tidak ada instrukturnya terus kemudian juga mungkin kita belum tahu nih kita mau melakukan apa di Candi Borobudur," ujarnya.
Lihat Juga :