Para Guru Besar FK UNS Minta Presiden Prabowo Ingatkan Menkes
Kamis, 12 Juni 2025 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Bagi para guru besar, reformasi juga harus mereka perankan dengan sebaik-baiknya dan tidak dengan penghambatan kemajuan derajat kesehatan rakyat yang menyeluruh.
Para guru besar tidak melawan perubahan. Sebaliknya, mereka mendukung reformasi yang berbasis pada data, dialog, dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip profesionalisme serta kedaulatan keilmuan. Namun mereka menolak cara-cara yang melemahkan kepercayaan publik, merendahkan martabat akademisi dan profesi kesehatan, serta mengabaikan aspirasi para pendidik dan pelaku di lapangan.
“Dengan ini kami menyerukan panggilan perhatian dan tindak nyata dari pemerintah atas keprihatinan yang telah kami sampaikan pada tanggal 20 Mei 2025. Kami tidak lagi dapat mengembalikan kepercayaan kami kepada Menteri Kesehatan untuk memimpin reformasi dan tata kelola kesehatan yang inklusif, adil, dan berlandaskan bukti serta kebijaksanaan kolektif bangsa dalam mencapai tujuan program Asta Cita,” tegas Prof. Tonang.
Dekan FK UNS Prof. Reviono mengatakan, pihaknya berharap agar Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran atau mengingatkan kepada Menkes. Terdapat dua hal yang menjadi sorotan Guru Besar FK UNS terkait pernyataan Menteri Kesehatan.
Pertama terkait framing terhadap kualitas pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
“Kalau sistem dan regulasi, kami (FK UNS) menolak bullying dan menindak dengan tata cara dan regulasi yang berlaku,” tegas Prof. Reviono.
Pihaknya juga meminta agar Menkes tidak melaksanakan sistem pendidikan Hospital Based di rumah sakit yang telah memiliki sistem University Based.
“Idealnya adalah Hospital Based dilakukan di rumah sakit yang belum ada University Based. Di situ harus membangun sistem, SDM, dan sebagainya di rumah sakit penyelenggara nantinya,” ujarnya.
Para guru besar tidak melawan perubahan. Sebaliknya, mereka mendukung reformasi yang berbasis pada data, dialog, dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip profesionalisme serta kedaulatan keilmuan. Namun mereka menolak cara-cara yang melemahkan kepercayaan publik, merendahkan martabat akademisi dan profesi kesehatan, serta mengabaikan aspirasi para pendidik dan pelaku di lapangan.
“Dengan ini kami menyerukan panggilan perhatian dan tindak nyata dari pemerintah atas keprihatinan yang telah kami sampaikan pada tanggal 20 Mei 2025. Kami tidak lagi dapat mengembalikan kepercayaan kami kepada Menteri Kesehatan untuk memimpin reformasi dan tata kelola kesehatan yang inklusif, adil, dan berlandaskan bukti serta kebijaksanaan kolektif bangsa dalam mencapai tujuan program Asta Cita,” tegas Prof. Tonang.
Dekan FK UNS Prof. Reviono mengatakan, pihaknya berharap agar Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran atau mengingatkan kepada Menkes. Terdapat dua hal yang menjadi sorotan Guru Besar FK UNS terkait pernyataan Menteri Kesehatan.
Pertama terkait framing terhadap kualitas pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
“Kalau sistem dan regulasi, kami (FK UNS) menolak bullying dan menindak dengan tata cara dan regulasi yang berlaku,” tegas Prof. Reviono.
Pihaknya juga meminta agar Menkes tidak melaksanakan sistem pendidikan Hospital Based di rumah sakit yang telah memiliki sistem University Based.
“Idealnya adalah Hospital Based dilakukan di rumah sakit yang belum ada University Based. Di situ harus membangun sistem, SDM, dan sebagainya di rumah sakit penyelenggara nantinya,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :