Perdana BUMA Salurkan 10.000 Ton Minyak Sawit, Wujud GP Ansor Kawal Ketahanan Pangan
Senin, 09 Juni 2025 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya di sektor pangan, Addin juga memberikan tiga arahan strategis untuk kader Ansor di Lampung. Pertama, memanfaatkan suasana kondusif hingga 2029 untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. Kedua, membangun lembaga pendidikan modern bertaraf internasional. Ketiga, memperluas persebaran komoditas ekonomi.
“Kita ketahui saat ini adalah kondisi kondusif, tidak ada agenda politik. Semua agenda organisasi kita tata selama 3–4 tahun ke depan. Jika sudah ditata dengan baik, maka 2029 yang memang mengambil jalur politik sudah kita siapkan sejak sekarang. Saya yakin tidak ada yang mustahil,” tandasnya.
Distribusi Perdana 10.000 Ton Minyak Residu Sawit
Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, GP Ansor juga mencatat tonggak sejarah baru melalui langkah strategis Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) yang resmi melepas distribusi perdana 10.000 ton minyak residu sawit untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Distribusi ini dilakukan anak perusahaan BUMA, PT Energi Residu Indonesia (Erindo) di UIN Raden Intan Lampung, Minggu (8/6/2025).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Erindo dan perusahaan asal Tiongkok, Chongqing One Oath Co.Ltd., sebagai bagian dari strategi memperluas kemitraan internasional dalam pengelolaan dan distribusi energi berbasis minyak residu sawit.
“Langkah BUMA melalui PT Erindo ini menunjukkan bahwa GP Ansor juga aktif membangun kekuatan ekonomi strategis. Pelepasan minyak residu sawit ini adalah simbol dari kerja nyata, bukan retorika. Kita ingin Ansor hadir dan memimpin dalam sektor-sektor masa depan bangsa,” ujar Addin.
BUMA merupakan holding usaha strategis milik GP Ansor. BUMA bertugas mengelola berbagai lini usaha yang potensial dan relevan dengan masa depan energi, pangan, dan logistik nasional.
“Kita ketahui saat ini adalah kondisi kondusif, tidak ada agenda politik. Semua agenda organisasi kita tata selama 3–4 tahun ke depan. Jika sudah ditata dengan baik, maka 2029 yang memang mengambil jalur politik sudah kita siapkan sejak sekarang. Saya yakin tidak ada yang mustahil,” tandasnya.
Distribusi Perdana 10.000 Ton Minyak Residu Sawit
Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, GP Ansor juga mencatat tonggak sejarah baru melalui langkah strategis Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) yang resmi melepas distribusi perdana 10.000 ton minyak residu sawit untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Distribusi ini dilakukan anak perusahaan BUMA, PT Energi Residu Indonesia (Erindo) di UIN Raden Intan Lampung, Minggu (8/6/2025).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Erindo dan perusahaan asal Tiongkok, Chongqing One Oath Co.Ltd., sebagai bagian dari strategi memperluas kemitraan internasional dalam pengelolaan dan distribusi energi berbasis minyak residu sawit.
“Langkah BUMA melalui PT Erindo ini menunjukkan bahwa GP Ansor juga aktif membangun kekuatan ekonomi strategis. Pelepasan minyak residu sawit ini adalah simbol dari kerja nyata, bukan retorika. Kita ingin Ansor hadir dan memimpin dalam sektor-sektor masa depan bangsa,” ujar Addin.
BUMA merupakan holding usaha strategis milik GP Ansor. BUMA bertugas mengelola berbagai lini usaha yang potensial dan relevan dengan masa depan energi, pangan, dan logistik nasional.
Lihat Juga :