Kisah Mistis Bundaran Tugu Malang, Sengaja Ditanami Emas, Intan dan Permata untuk Persembahan

Senin, 09 Juni 2025 - 09:43 WIB
loading...
Kisah Mistis Bundaran...
Bundaran Tugu Malang menyimpan misteri ditanami sejumlah perhiasan emas, intan dan permata yang jadi simbol kemerdekaan Indonesia dari Belanda dan sekutunya. Foto/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Bangunan Bundaran Tugu Malang menyimpan kisah mistis dan misteri yakni ditanami sejumlah perhiasan emas, intan dan permata. Bundaran Tugu merupakan bangunan ikonik khas Kota Malang. Bangunan yang berada di pusat pemerintahan Kota Malang itu jadi simbol kemerdekaan Indonesia dari Belanda dan sekutunya.

Konon tak hanya soal sejarah saja yang patut disimak mengenai Bundaran Tugu Malang. Ada beberapa filosofis menarik yang menjadi misteri bangunan yang kini baru saja direvitalisasi.

Baca juga: Kisah Mistis Penunggu Situ Tunggilis Cileungsi

Pemerhati sejarah Malang Agung Buana mengungkapkan, Tugu Malang dapat dilihat sebagai simbol paku buminya Kota Malang yang mempunyai nilai-nilai historis, filosofis, sampai dengan mistisnya.

Tak hanya itu, Tugu Malang juga sengaja dibuat sebagai simbol ikonik kota, yang diawali dari pembangunan sebuah alun-alun bundar tepat di depan Balaikota Malang oleh pemerintahan Belanda diarsiteki Thomas Karsten.



"Kita harus lihat dulu ke belakang kapan tugu dibangun. Sejak Belanda membangun alun-alun bundar tahun 1927an itu mereka melihat kota ini membutuhkan suatu area lapang dan area lapang ini tepat berada di depan balai kota," kata Agung Buana.

Dari sanalah akhirnya Belanda, membuat sebuah lapangan tepat di depan Balaikota Malang, selain sebagai tempat berkumpul masyarakat dan untuk mempercantik pemandangan.

Baca juga: Kisah Mistis Gunung Lawu yang Dikutuk oleh Prabu Brawijaya

Seiring berjalannya waktu, tepatnya usai Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, alun-alun bundar itu lantas dibangun Tugu Malang pada tahun 1946 dan diresmikan tepat setahun setelah proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1946.

"Peresmian yang pertama kali tanggal 17 Agustus 1946 sebenarnya merupakan gambaran dari wujud kemenangan setelah satu tahun Indonesia diproklamasikan, makanya disebut tugu merdeka," ungkapnya.

Saat proses pembangunan tugu itulah konon sebuah benda-benda berharga sengaja ditanam di tengah-tengahnya sebagai penanda, atau istilah Jawa-nya tetenger layaknya prosesi pembangunan bangunan di masa Hindu-Buddha. Selain itu, benda-benda persembahan yang disimpan di dalam sebuah bangunan ini juga konon menghilangkan unsur-unsur negatif.

"Ketika masa klasik Hindu Buddha ketika mau membangun candi atau bangunan-bangunan besar gapura selalu ada tetenger dalam bentuk peripih. Peripih itu berbentuk kotak, isinya macam-macam, bentuknya kotak saya lihat fotonya. Isinya bisa diduga seperti halnya ritual zaman dahulu, isinya benda-benda yang dianggap mampu memberikan kekuatan nilai-nilai magis, termasuk bagaimana menghilangkan unsur-unsur negatif kepada bangunan itu sendiri," paparnya.

Dari benda-benda yang dimasukkan dan dijadikan persembahan yang ditanam, konon salah satunya merupakan perhiasan seperti emas, intan, dan permata. Barang-barang ini lantas ditanam di kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah, sebelum akhirnya ditanam pondasi pembangunan Bundaran Tugu Malang.

"Salah satunya yang dipilih adalah emas, intan, permata yang mempunyai nilai kekuatan dan keabadian. Karena harapannya ketika bangunan itu dibangun, itu ada nilai keabadian, tidak dibongkar, sehingga ditempatkanlah beberapa barang benda berharga di situ untuk memberikan satu kekuatan, yang dipercayai sebagai kekuatan, maupun nilai-nilai magis di dalam bangunan itu sendiri. Kalau saat itu (ukuran emasnya) nggak tahu caranya berapa, kalau peningset itu disimpan, nggak banyak orang tahu," jelasnya.

Penanaman kotak yang konon perhiasan emas inilah yang disebut pria yang pernah menjabat sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), sebagai bagian kepercayaan layaknya nenek moyang terdahulu. Saat itu memang orang Jawa kalau mau membangun rumah atau bangunan apapun harus menanam sesuatu berupa sesajen.

"Ketika membangun jembatan kepala kerbau ditanam di jembatan itu, ya tujuannya sebagai menetralisir hal-hal yang kurang baik, dan mengharapkan kepada Tuhan Yang maha esa bangunan ini abadi dan mempunyai manfaat terhadap masyarakat sekitar," katanya.

Bahkan konon emas dan segala perhiasan itu sudah ada saat Bundaran Tugu Malang saat peristiwa Malang Bumi Hangus, yang terjadi di tahun 1947. Memang saat peristiwa Malang Bumi Hangus Bundaran Tugu Malang rusak, tapi pondasi yang tertanam di dalamnya masih utuh dan aman. Sehingga dimulai pembangunan kembali dan diresmikan oleh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pada 20 Mei 1953.

"Kan (emasnya) di dalam tanah dan ditumpuki pondasi struktur bangunan tugu. Jadi kalau mau ngambil bangunan tugunya harus diruntuhkan. Tapi ya kan ngga mungkin meruntuhkan, buat apa kita juga ngambil tidak seberapa dibanding nilai semangat yang ditampilkan dari Tugu Malang itu sendiri," terangnya.

"Sekali lagi buat apa kita ngambil emasnya, toh yang kita harapkan bukan emasnya tapi adalah semangat arek-arek Malang ketika mempertahankan kemerdekaan, itu yang paling kuat," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Heroik! Pasukan Selempang...
Heroik! Pasukan Selempang Merah di Jambi Bantu TNI Pukul Mundur Penjajah Belanda
Perlawanan Heroik Rakyat...
Perlawanan Heroik Rakyat Sappe Tanete Sulawesi Selatan Tewaskan Perwira Belanda
Heroik! Serangan Besar-besaran...
Heroik! Serangan Besar-besaran Kaum Padri Tewaskan Perwira Belanda di Pariaman
Karamah Kiai Abbas,...
Karamah Kiai Abbas, Panglima Perang 10 November: Kibasan Sorban dan Tongkatnya Merontokkan Pesawat Sekutu
Kisah Mayor Inf Atang...
Kisah Mayor Inf Atang Sutresna, Diberondong Peluru saat Kibarkan Merah Putih Di Timor Timur
APBN 2027 Bisa Jadi...
APBN 2027 Bisa Jadi Alat Perjuangan Bangsa
Amerika Rayakan Hari...
Amerika Rayakan Hari Kemerdekaan 4 Juli, Ini Satu-satunya Presiden AS yang Menolak Merayakannya
Polisi Periksa 2 Saksi...
Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Dokter Cabul di Kota Malang
Rekomendasi
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Berita Terkini
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved