4 Korban Belum Ditemukan, Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Resmi Dihentikan
Kamis, 05 Juni 2025 - 17:36 WIB
loading...
Bupati Cirebon Imron Rosyadi seusai melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan TNI-Polri, Basarnas dan BPBD. Foto/Muslimin
A
A
A
JAKARTA - Setelah tujuh hari upaya pencarian intensif, proses evakuasi korban longsor di area tambang Gunung Kuda , Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, resmi dihentikan. Pemerintah Kabupaten Cirebon juga mencabut status tanggap darurat yang sebelumnya diberlakukan pascabencana tersebut.
Keputusan penghentian pencarian ini diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Bupati Cirebon pada Kamis (5/6/2025).
Rapat tersebut dihadiri oleh unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Inspektur Tambang, serta perwakilan dari PT Indocement selaku pemilik konsesi tambang.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi menjelaskan bahwa penghentian pencarian korban dilakukan demi keselamatan seluruh tim SAR gabungan yang bertugas di lapangan. "Berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan kondisi lapangan yang masih labil serta berisiko tinggi, kami memutuskan untuk menghentikan pencarian mulai pukul 15.00 WIB hari ini," ujar Imron.
Baca Juga: 21 Jenazah Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
Menurut laporan terakhir tim SAR gabungan, dari total korban yang tertimbun longsor, sebanyak 21 jenazah telah berhasil ditemukan. Namun, masih ada empat korban lainnya yang belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
"Camat menyampaikan bahwa pihak keluarga dari keempat korban sudah mengikhlaskan dan menerima keputusan ini. Proses pencarian telah dilakukan maksimal selama tujuh hari, sesuai Surat Keputusan yang saya keluarkan," tutur Imron.
Untuk mencegah adanya pencarian mandiri oleh keluarga korban atau warga lainnya, pemerintah daerah bersama aparat keamanan memutuskan menutup sementara akses menuju area tambang. "Lokasi tambang saat ini kami tutup total. Polisi dan TNI akan memasang portal serta garis polisi (police line) di semua akses masuk. Penutupan dilakukan sore ini juga," tegas Imron.
Imron mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dampak sosial dari penutupan tambang terhadap warga sekitar, khususnya para pekerja yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.
"Pemkab akan mencari solusi agar masyarakat bisa beralih ke pekerjaan lain yang lebih aman dan tidak berada di zona rawan bencana," katanya.
Ia juga menegaskan, perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada tahap evakuasi saja. Pemerintah daerah akan memberikan jaminan, terutama di bidang pendidikan bagi anak-anak korban.
"Fokus kami saat ini memastikan keluarga korban mendapat perhatian dan jaminan, khususnya terkait pendidikan anak-anak mereka. Untuk aspek pekerjaan, nanti akan kami kaji lebih lanjut."
Diketahui, musibah longsor di tambang Gunung Kuda terjadi pada Jumat (30/5/2025). Hingga hari keenam pencarian, Rabu (4/6/2025), sebanyak 21 jenazah berhasil ditemukan.
Namun, karena kondisi tanah yang terus bergerak dan membahayakan keselamatan, pencarian pada hari ketujuh, Kamis (5/6/2025), tidak dapat dilanjutkan. Kini, proses resmi ditutup dengan empat korban masih dinyatakan hilang.
Keputusan penghentian pencarian ini diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Bupati Cirebon pada Kamis (5/6/2025).
Rapat tersebut dihadiri oleh unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Inspektur Tambang, serta perwakilan dari PT Indocement selaku pemilik konsesi tambang.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi menjelaskan bahwa penghentian pencarian korban dilakukan demi keselamatan seluruh tim SAR gabungan yang bertugas di lapangan. "Berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan kondisi lapangan yang masih labil serta berisiko tinggi, kami memutuskan untuk menghentikan pencarian mulai pukul 15.00 WIB hari ini," ujar Imron.
Baca Juga: 21 Jenazah Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
Menurut laporan terakhir tim SAR gabungan, dari total korban yang tertimbun longsor, sebanyak 21 jenazah telah berhasil ditemukan. Namun, masih ada empat korban lainnya yang belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
"Camat menyampaikan bahwa pihak keluarga dari keempat korban sudah mengikhlaskan dan menerima keputusan ini. Proses pencarian telah dilakukan maksimal selama tujuh hari, sesuai Surat Keputusan yang saya keluarkan," tutur Imron.
Untuk mencegah adanya pencarian mandiri oleh keluarga korban atau warga lainnya, pemerintah daerah bersama aparat keamanan memutuskan menutup sementara akses menuju area tambang. "Lokasi tambang saat ini kami tutup total. Polisi dan TNI akan memasang portal serta garis polisi (police line) di semua akses masuk. Penutupan dilakukan sore ini juga," tegas Imron.
Imron mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dampak sosial dari penutupan tambang terhadap warga sekitar, khususnya para pekerja yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.
"Pemkab akan mencari solusi agar masyarakat bisa beralih ke pekerjaan lain yang lebih aman dan tidak berada di zona rawan bencana," katanya.
Ia juga menegaskan, perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada tahap evakuasi saja. Pemerintah daerah akan memberikan jaminan, terutama di bidang pendidikan bagi anak-anak korban.
"Fokus kami saat ini memastikan keluarga korban mendapat perhatian dan jaminan, khususnya terkait pendidikan anak-anak mereka. Untuk aspek pekerjaan, nanti akan kami kaji lebih lanjut."
Diketahui, musibah longsor di tambang Gunung Kuda terjadi pada Jumat (30/5/2025). Hingga hari keenam pencarian, Rabu (4/6/2025), sebanyak 21 jenazah berhasil ditemukan.
Namun, karena kondisi tanah yang terus bergerak dan membahayakan keselamatan, pencarian pada hari ketujuh, Kamis (5/6/2025), tidak dapat dilanjutkan. Kini, proses resmi ditutup dengan empat korban masih dinyatakan hilang.
(zik)
Lihat Juga :