Rawan Longsor Susulan, Operasi Pencarian Korban Tragedi Gunung Kuda Dihentikan Sementara
Kamis, 05 Juni 2025 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
“Toleransi pergerakan maksimal hanya 3 cm dalam 30 menit, tapi yang terjadi justru pergerakan hingga 4 meter dalam waktu singkat. Ini sangat berisiko bagi keselamatan tim pencari,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, Kamis (5/6/2025).
Baca juga: Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR
Ade menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, batas waktu pencarian korban memang maksimal tujuh hari. Namun, proses pencarian bisa dihentikan lebih cepat jika situasi membahayakan.
“Keputusan melanjutkan atau menghentikan pencarian bergantung pada kondisi di lapangan. Jika masih berbahaya, pencarian akan dihentikan sementara. Untuk melanjutkan, kami menunggu hasil assessment terbaru dari Inspektur Tambang,” jelasnya.
Kondisi di titik longsor sendiri masih sangat mengkhawatirkan. Tebalnya material longsoran yang diperkirakan mencapai 5-10 meter turut menyulitkan proses pencarian, belum lagi ancaman longsor susulan yang terus mengintai.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0620/Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Tim Pencarian, Letkol Inf M Yusron, menyatakan bahwa setiap langkah pencarian selalu didasarkan pada kajian teknis.
Baca juga: Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR
Ade menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, batas waktu pencarian korban memang maksimal tujuh hari. Namun, proses pencarian bisa dihentikan lebih cepat jika situasi membahayakan.
“Keputusan melanjutkan atau menghentikan pencarian bergantung pada kondisi di lapangan. Jika masih berbahaya, pencarian akan dihentikan sementara. Untuk melanjutkan, kami menunggu hasil assessment terbaru dari Inspektur Tambang,” jelasnya.
Kondisi di titik longsor sendiri masih sangat mengkhawatirkan. Tebalnya material longsoran yang diperkirakan mencapai 5-10 meter turut menyulitkan proses pencarian, belum lagi ancaman longsor susulan yang terus mengintai.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0620/Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Tim Pencarian, Letkol Inf M Yusron, menyatakan bahwa setiap langkah pencarian selalu didasarkan pada kajian teknis.
Lihat Juga :