Tarekat Naqsyabandiyah Gelar Salat Iduladha Hari Ini di Padang, Ini Dasar Perhitungannya
Kamis, 05 Juni 2025 - 11:43 WIB
loading...
Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di kawasan Kota Padang, Sumatera Barat melaksanakan Salat Iduladha lebih awal pada hari ini, Kamis pagi (5/6/2025). Foto/Rus Akbar
A
A
A
PADANG - Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di kawasan Kota Padang, Sumatera Barat melaksanakan Salat Iduladha lebih awal pada hari ini, Kamis pagi (5/6/2025). Menurut perhitungan mereka pada Kamis ini bertepatan dengan 10 Zulhijah 1446 Hijriah.
Salat Iduladha dilaksanakan di Surau Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, dan dipimpin langsung oleh Buya Zahar Malin Zahar, guru Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah tersebut.
Baca juga: Hari Ini Jemaah An-Nadzir di Gowa Gelar Salat Iduladha
"Penetapan 10 Zulhijah dilakukan menggunakan metode hisab, rukyat, dalil, ijmak, dan qiyas. Semua itu sudah kami hitung sejak awal Ramadan," kata Buya Zahar kepada wartawan usai Salat Iduladha.
Buya Zahar menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Iduladha lebih awal bukan karena ingin mendahului pemerintah atau negara lain.
"Ini bukan soal cepat atau lambat. Sejak dulu memang seperti ini. Jadi ini bukan hal baru bagi kami," ujarnya.
Baca juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh Pada 6 Juni 2025
Menurut Buya Zahar, jemaah yang hadir pada salat tahun ini masih didominasi oleh warga dari Kota Padang. Tidak terlihat jemaah dari luar daerah seperti yang kerap datang pada momen-momen besar lainnya.
Salah satu kekhasan Salat Iduladha versi Naqsyabandiyah adalah khutbah yang disampaikan dalam bahasa Arab.
"Kalau khutbah pakai bahasa Indonesia, itu ceramah namanya. Salat pakai bahasa Arab, khutbah juga harus Arab," jelas Buya Zahar.
Dalam pelaksanaan khutbah, khatib juga membawa tongkat, yang menurut Buya Zahar memiliki makna simbolis.
"Tongkat itu pegangan. Dalam hidup ini hanya satu pegangan: Allah. Tidak boleh ada dua," katanya.
Setelah khutbah, jamaah berbondong-bondong mengejar salaman dengan khatib, yang diyakini sebagai tradisi baik.
"Salaman dengan khatib itu baik. Tandanya tahun depan insyaAllah akan lebih baik dari tahun ini," ucap Buya Zahar.
Meskipun Salat Iduladha telah dilakukan hari ini, pemotongan hewan kurban oleh jamaah Naqsyabandiyah baru akan dilakukan pada Sabtu (7/6/2025).
"Pengikut aliran Syekh Tahib semuanya sepakat. Kurban nanti hari Sabtu," pungkasnya.
Salat Iduladha dilaksanakan di Surau Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, dan dipimpin langsung oleh Buya Zahar Malin Zahar, guru Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah tersebut.
Baca juga: Hari Ini Jemaah An-Nadzir di Gowa Gelar Salat Iduladha
"Penetapan 10 Zulhijah dilakukan menggunakan metode hisab, rukyat, dalil, ijmak, dan qiyas. Semua itu sudah kami hitung sejak awal Ramadan," kata Buya Zahar kepada wartawan usai Salat Iduladha.
Buya Zahar menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Iduladha lebih awal bukan karena ingin mendahului pemerintah atau negara lain.
"Ini bukan soal cepat atau lambat. Sejak dulu memang seperti ini. Jadi ini bukan hal baru bagi kami," ujarnya.
Baca juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh Pada 6 Juni 2025
Menurut Buya Zahar, jemaah yang hadir pada salat tahun ini masih didominasi oleh warga dari Kota Padang. Tidak terlihat jemaah dari luar daerah seperti yang kerap datang pada momen-momen besar lainnya.
Salah satu kekhasan Salat Iduladha versi Naqsyabandiyah adalah khutbah yang disampaikan dalam bahasa Arab.
"Kalau khutbah pakai bahasa Indonesia, itu ceramah namanya. Salat pakai bahasa Arab, khutbah juga harus Arab," jelas Buya Zahar.
Dalam pelaksanaan khutbah, khatib juga membawa tongkat, yang menurut Buya Zahar memiliki makna simbolis.
"Tongkat itu pegangan. Dalam hidup ini hanya satu pegangan: Allah. Tidak boleh ada dua," katanya.
Setelah khutbah, jamaah berbondong-bondong mengejar salaman dengan khatib, yang diyakini sebagai tradisi baik.
"Salaman dengan khatib itu baik. Tandanya tahun depan insyaAllah akan lebih baik dari tahun ini," ucap Buya Zahar.
Meskipun Salat Iduladha telah dilakukan hari ini, pemotongan hewan kurban oleh jamaah Naqsyabandiyah baru akan dilakukan pada Sabtu (7/6/2025).
"Pengikut aliran Syekh Tahib semuanya sepakat. Kurban nanti hari Sabtu," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :