Kisah Jenderal Kopassus Soegito, Jual Sepeda Kesayangan demi Ikut Seleksi Masuk AMN

Rabu, 04 Juni 2025 - 10:03 WIB
loading...
A A A
Maklum, gaya bicara Banyumasan yang dikenal ngapak-ngapak dan dinilai kampungan. Seringkali jadi bahan tertawaan bagi yang mendengar. Di antara calon taruna yang suka ngeledek anak Banyumas adalah Pramono dan kelompoknya dari Yogya.

Terdapat ratusan orang calon taruna saat itu berkumpul di Garnisun Cimahi dari seluruh Indonesia. Beragam tingkah dan gaya mereka, sesuai karakter aslinya.

Ada yang agak urakan, bergaya makelar, namun juga ada yang berpenampilan dewasa. Untuk penginapan, mereka ditampung di dua tempat yang salah satunya di Pusat Pendidikan Angkutan TNI AD di Cimahi. Di sini mereka ditempatkan selama hampir sebulan.

Sejak tiba di Cimahi, mereka mulai mendapatkan suasana yang berbeda. Mereka untuk pertama kali mengenal tradisi kemiliteran seperti apel.

Setiap pagi mereka juga harus melaksanakan senam pagi di tengah dinginnya udara Cimahi sambil bertelanjang dada, mengenakan pakaian dinas yang selalu kedodoran atau menyandang senapan Lee Enfield (LE) yang melecetkan pundak mereka. Tapi karena semua datang dengan tekad yang sama untuk menjadi taruna, maka apa pun rintangan yang diterima dijalani dengan tegar.

Seperti sebelumnya, seleksi yang harus dijalani di Cimahi tidak jauh beda dengan yang sudah mereka jalani di daerah masing-masing. Mencakup ujian Badan I dan II, ujian Psychotechnic, I dan II, dan Ketangkasan Jasmani. Sepertinya selalu begitu, lagi dan lagi diperiksa sepertinya memastikan keakuratan data dari seleksi terdahulu.

Kepada setiap peserta diberikan pakaian satu stel berwarna hijau yang ukurannya "nasib-nasiban". Maksudnya beruntung jika dapat seukuran badan. Namun tidak sedikit yang dapat pakaian berukuran lebih kecil atau malah kedodoran. Soegito sendiri dapat pakaian yang ukurannya lebih besar, sehingga harus dijahitnya sendiri supaya pas di badan. Dengan modal satu stel pakaian hijau itulah mereka mengikuti seleksi.

Paling seru pada saat tes renang. Mereka yang tidak bisa renang sudah keder duluan sebelum nyemplung ke kolam. Anehnya, ada yang tidak bisa berenang tapi kok bisa lolos.

Mungkin karena yang menguji kurang teliti. Seperti Budihardjo, yang tidak bisa berenang tapi lolos. Ketika sudah jadi perwira, sambil berseloroh dia pernah bilang kepada teman-temannya begini. "Salah satu keuntungan saya masuk AMN adalah bisa berenang ha..ha..ha..." ujarnya bangga.

Melewati masa pengujian akhir di Cimahi ini cukup melelahkan. Namun Soegito menjalani dengan semangat, berusaha keras menyelesaikan setiap ujian yang dilaluinya. Mampunya Soegito melewati setiap tahap seleksi fisik, tentu tidak terlepas dari kegemarannya berolahraga. Kelenturan tubuhnya mungkin menjadi kelebihannya dibanding teman-temannya yang mengikuti seleksi waktu itu.

Wajar saja, senam merupakan salah satu olahraga yang disukainya. Meliuk-liukkan badan di atas kuda-kuda dan keseimbangan balok plus salto bisa dilakukannya. Semua kelebihan dalam olah fisik ini sangat dirasakan manfaatnya ketika ia menjadi anggota Kopassus.

Di akhir masa seleksi diumumkanlah hasilnya. Disampaikan bahwa peserta yang dinyatakan lulus berjumlah 170 orang. Kegembiraan merebak di antara mereka yang namanya disebutkan, namun tidak demikian kepada yang sebaliknya.

Muka mereka tertunduk lesu, seperti kehilangan kekuatan karena tidak menyangka akan gagal setelah melalui tahapan seleksi yang sangat melelahkan. Pramono termasuk ke dalam kelompok ini. Hebatnya dia, mencoba lagi di tahun berikutnya dan malah dinyatakan lulus. Beberapa teman lain yang gagal, ternyata diterima di AAL dan AAU.

Mereka yang berjumlah 170 orang itu, berasal dari berbagai suku di Tanah Air. Rinciannya sebagai berikut Aceh 1 orang, Batak 12 orang, Minang 1 orang, Palembang 2 orang, Sunda 16 orang, Betawi 1 orang, Jawa 120 orang, Bali 1 orang, Manado 5 orang. Toraja 1 orang, Bugis Makassar 4 orang, Dayak 2 orang, Banjar 1 orang, Timor 1 orang, dan Ambon 2 orang.

Soegito mendapat nomor stambuk taruna 5026. Angka 5 menunjukkan bahwa mereka itu angkatan kelima dihitung sejak Akademi Militer Yogya, yaitu Angkatan 1 dan 2 di Yogya, Angkatan 3 dari KMA Breda, dan Angkatan 4 yang masuk tahun 1957 rombongan Edi Sudrajat, Syaiful Sulun, dan lain-lain.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Rekomendasi
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved