Mahasiswa Unila Meninggal Diduga Akibat Kekerasan saat Diksar di Gunung Betung
Selasa, 03 Juni 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk korban lain pasti kena mental dan takut ketemu senior, dan senior ini memastikan korban lain untuk tidak cerita dan dipastikan akan hilang. Rata-rata bagian sikut perut dan kaki. Yang gendang telinga pecah itu mengundurkan diri,” sambungnya.
Zidan mengungkapkan, hasil diagnosa rekam medis korban terdapat pembuluh darah di kepala menggumpal menjadi tumor otak kecil sebelah kiri. "Korban diperlakukan seperti ditampar jika mengeluh ditampar lagi, ditendang tonjok seperti dia merangkak di sawah itu ditoyor kepalanya hingga diinjak," tuturnya.
Disinggung baru ketahuan sekarang, Zidan mengungkapkan, setelah Pratama meninggal dunia, orang tuanya menceritakan kekerasan yang dialami korban hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kemarin almarhum meninggal malamnya orang tuanya nangis kepada kami mahasiswa beliau cerita kalau almarhum ini mendapatkan tindakan kekerasan dari ormawa (organisasi mahasiswa) itu sehingga korban meninggal,” ungkapnya.
Usai kejadian tersebut, lanjut Zidan, kondisi tubuh korban Pratama lemah. Bahkan sampai 1 bulan tidak masuk kuliah. Zidan menambahkan, Diksar tersebut terjadi di luar lingkungan universitas, namun kegiatan itu dilakukan atas persetujuan dan diketahui pihak fakultas.
Zidan mengungkapkan, hasil diagnosa rekam medis korban terdapat pembuluh darah di kepala menggumpal menjadi tumor otak kecil sebelah kiri. "Korban diperlakukan seperti ditampar jika mengeluh ditampar lagi, ditendang tonjok seperti dia merangkak di sawah itu ditoyor kepalanya hingga diinjak," tuturnya.
Disinggung baru ketahuan sekarang, Zidan mengungkapkan, setelah Pratama meninggal dunia, orang tuanya menceritakan kekerasan yang dialami korban hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kemarin almarhum meninggal malamnya orang tuanya nangis kepada kami mahasiswa beliau cerita kalau almarhum ini mendapatkan tindakan kekerasan dari ormawa (organisasi mahasiswa) itu sehingga korban meninggal,” ungkapnya.
Usai kejadian tersebut, lanjut Zidan, kondisi tubuh korban Pratama lemah. Bahkan sampai 1 bulan tidak masuk kuliah. Zidan menambahkan, Diksar tersebut terjadi di luar lingkungan universitas, namun kegiatan itu dilakukan atas persetujuan dan diketahui pihak fakultas.
(rca)
Lihat Juga :