HDF Energy Gandeng PLN dan SMI Jajaki Proyek Hidrogen Hijau di NTT
Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:19 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan penandatangan nota kesepahaman strategis (MoU) untuk menjajaki peluang pembiayaan proyek-proyek hidrogen hijau HDF di Indonesia. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan penandatangan nota kesepahaman strategis (MoU) untuk menjajaki peluang pembiayaan proyek-proyek hidrogen hijau HDF di Indonesia. MoU tersebut ditandatangani dalam pertemuan tingkat tinggi Macron dan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, belum lama ini.
Pihak-pihak yang melakukan penandatanganan yakni Hydrogene de France SA (HDF Energy), PT PLN (Persero), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI). Secara paralel, HDF meneken kesepakatan bersama dengan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik hidrogen di wilayah tersebut.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Kedaulatan Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Digital Prancis Eric Lombard. MoU ditandatangani Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta CEO HDF Energy Damien Havard
Perjanjian tiga pihak antara HDF, PLN, dan PT SMI bertujuan menjajaki mekanisme keuangan inovatif guna mendukung proyek-proyek hidrogen hijau ke listrik (green hydrogen-to-power) yang didorong oleh HDF. Proyek green hydrogen to power sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Hidrogen dan Amonia yang baru diluncurkan oleh Indonesia.
Rencana aksi tersebut menempatkan hidrogen sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional, terutama dalam sektor ketenagalistrikan.
Sedangkan, PT SMI melalui platform SDG Indonesia One menyediakan solusi pembiayaan terpadu untuk infrastruktur berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber pendanaan termasuk dana investasi yang didukung Uni Eropa yang disalurkan melalui AFD (Agence Francaise de Development).
Mendorong proyek Renewstable HDF di Indonesia Timur, HDF Energy, sebuah perusahaan global terkemuka di industri hidrogen yang berbasis di Prancis berfokus pada pengembangan infrastruktur hidrogen berskala besar dan teknologi fuel cell berskala multimegawatt.
Kolaborasi tiga pihak ini bertujuan mempercepat implementasi pembangkit listrik hidrogen Renewstable HDF yang menghasilkan listrik hijau, stabil, dan berkapasitas dasar, 24/7. Tentunya dengan mengintegrasikan sumber energi terbarukan yang intermitten dengan penyimpanan energi on-site guna menyimpan hidrogen hijau dan memanfaatkan fuel cell berkapasitas tinggi produksi HDF.
Lebih dari sepertiga portofolio proyek HDF di Indonesia berlokasi di NTTmenjadikan dukungan pemerintah provinsi melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini sangat strategis. Dengan begitu, mendorong pengembangan proyek pembangkit listrik yang memanfaatkan hidrogen serta upaya untuk memanfaatkan hidrogen hijau untuk aplikasi maritim di NTT.
Perjanjian ini berkontribusi dalam mempercepat transisi energi nasional,membangun ekosistem hidrogen hijau yang kokoh, dan mengurangi ketergantungan pada diesel serta subsidi bahan bakar.
Prabowo mengatakan, hari ini sepakat untuk melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi deklarasi visi bersama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Prancis di tahun 2050. “Ini juga menunjukkan komitmen kita untuk meningkatkan kerja sama di bidang strategis,” ucapnya.
Sementara, Macron menuturkan Prancis merupakan mitra untuk transisi energi, 450 juta euro telah disalurkan dari komitmen 500 juta euro (untuk mendukung transisi energi). “Saya senang hari ini dalam bidang tenaga surya dan hidrogen, ada proyek penting yang disepakati,” katanya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi titik tolak perjalanan provinsi kami menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini tidak hanya mempercepat komitmen kami dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga membuka peluang baru untuk keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat kami. Saya yakin melalui kemitraan ini, kami akan membangun landasan yang kokoh untuk membangun ekosistem hidrogen hijau yang akan memberikan manfaat bagi sektor energi dan industri maritim di NTT," ungkapnya.
Kemudian, Presiden Direktur PT SMI Reynaldi Hermansjah menyatakan melalui perjanjian ini, pihaknya semakin menunjukkan perannya dalam mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak terkait isu perubahan iklim.
“Ini semakin memotivasi kami untuk meningkatkan semangat kolaborasi dalam membantu mengatasi dampak perubahan iklim. Kami tertarik menjajaki dukungan untuk proyek ini karena beberapa aspek yaitu pertama dukungan untuk implementasi teknologi baru, khususnya hidrogen dalam aspek transisi energi, kemudian lokasi proyek di Indonesia Timur yang merupakan wilayah prioritas bagi kami dan dorongan memanfaatkan mekanisme blended finance," ujarnya.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengaku siap berkolaborasi lintas negara untuk mendorong kerja sama di bidang energi bersih, termasuk saat ini dengan Prancis melalui HDF Energy. Kolaborasi strategis ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas global, tetapi juga menjadi katalisator percepatan pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia menuju masa depan net zero.
Direktur HDF Energy untuk Asia Pasifik dan Presiden Direktur PT HDF Energy Indonesia Mathieu Geze menambahkan pihaknya bertekad menyediakan pasokan listrik yang andal dan bersih bagi kawasan ini sambil membangun fondasi ekosistem hidrogen yang tangguh untuk memenuhi kebutuhan energi dan maritim.
Pihak-pihak yang melakukan penandatanganan yakni Hydrogene de France SA (HDF Energy), PT PLN (Persero), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI). Secara paralel, HDF meneken kesepakatan bersama dengan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik hidrogen di wilayah tersebut.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Kedaulatan Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Digital Prancis Eric Lombard. MoU ditandatangani Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta CEO HDF Energy Damien Havard
Perjanjian tiga pihak antara HDF, PLN, dan PT SMI bertujuan menjajaki mekanisme keuangan inovatif guna mendukung proyek-proyek hidrogen hijau ke listrik (green hydrogen-to-power) yang didorong oleh HDF. Proyek green hydrogen to power sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Hidrogen dan Amonia yang baru diluncurkan oleh Indonesia.
Rencana aksi tersebut menempatkan hidrogen sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional, terutama dalam sektor ketenagalistrikan.
Sedangkan, PT SMI melalui platform SDG Indonesia One menyediakan solusi pembiayaan terpadu untuk infrastruktur berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber pendanaan termasuk dana investasi yang didukung Uni Eropa yang disalurkan melalui AFD (Agence Francaise de Development).
Mendorong proyek Renewstable HDF di Indonesia Timur, HDF Energy, sebuah perusahaan global terkemuka di industri hidrogen yang berbasis di Prancis berfokus pada pengembangan infrastruktur hidrogen berskala besar dan teknologi fuel cell berskala multimegawatt.
Kolaborasi tiga pihak ini bertujuan mempercepat implementasi pembangkit listrik hidrogen Renewstable HDF yang menghasilkan listrik hijau, stabil, dan berkapasitas dasar, 24/7. Tentunya dengan mengintegrasikan sumber energi terbarukan yang intermitten dengan penyimpanan energi on-site guna menyimpan hidrogen hijau dan memanfaatkan fuel cell berkapasitas tinggi produksi HDF.
Lebih dari sepertiga portofolio proyek HDF di Indonesia berlokasi di NTTmenjadikan dukungan pemerintah provinsi melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini sangat strategis. Dengan begitu, mendorong pengembangan proyek pembangkit listrik yang memanfaatkan hidrogen serta upaya untuk memanfaatkan hidrogen hijau untuk aplikasi maritim di NTT.
Perjanjian ini berkontribusi dalam mempercepat transisi energi nasional,membangun ekosistem hidrogen hijau yang kokoh, dan mengurangi ketergantungan pada diesel serta subsidi bahan bakar.
Prabowo mengatakan, hari ini sepakat untuk melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi deklarasi visi bersama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Prancis di tahun 2050. “Ini juga menunjukkan komitmen kita untuk meningkatkan kerja sama di bidang strategis,” ucapnya.
Sementara, Macron menuturkan Prancis merupakan mitra untuk transisi energi, 450 juta euro telah disalurkan dari komitmen 500 juta euro (untuk mendukung transisi energi). “Saya senang hari ini dalam bidang tenaga surya dan hidrogen, ada proyek penting yang disepakati,” katanya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi titik tolak perjalanan provinsi kami menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini tidak hanya mempercepat komitmen kami dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga membuka peluang baru untuk keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat kami. Saya yakin melalui kemitraan ini, kami akan membangun landasan yang kokoh untuk membangun ekosistem hidrogen hijau yang akan memberikan manfaat bagi sektor energi dan industri maritim di NTT," ungkapnya.
Kemudian, Presiden Direktur PT SMI Reynaldi Hermansjah menyatakan melalui perjanjian ini, pihaknya semakin menunjukkan perannya dalam mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak terkait isu perubahan iklim.
“Ini semakin memotivasi kami untuk meningkatkan semangat kolaborasi dalam membantu mengatasi dampak perubahan iklim. Kami tertarik menjajaki dukungan untuk proyek ini karena beberapa aspek yaitu pertama dukungan untuk implementasi teknologi baru, khususnya hidrogen dalam aspek transisi energi, kemudian lokasi proyek di Indonesia Timur yang merupakan wilayah prioritas bagi kami dan dorongan memanfaatkan mekanisme blended finance," ujarnya.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengaku siap berkolaborasi lintas negara untuk mendorong kerja sama di bidang energi bersih, termasuk saat ini dengan Prancis melalui HDF Energy. Kolaborasi strategis ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas global, tetapi juga menjadi katalisator percepatan pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia menuju masa depan net zero.
Direktur HDF Energy untuk Asia Pasifik dan Presiden Direktur PT HDF Energy Indonesia Mathieu Geze menambahkan pihaknya bertekad menyediakan pasokan listrik yang andal dan bersih bagi kawasan ini sambil membangun fondasi ekosistem hidrogen yang tangguh untuk memenuhi kebutuhan energi dan maritim.
(jon)
Lihat Juga :