Membangun Budaya Literasi dan Karakter Pembelajar Sejati
Jum'at, 30 Mei 2025 - 16:50 WIB
loading...
Acara berlangsung di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cipedak menggelar Li(gh)teration Day, sebuah pameran literasi berbasis proyek pembelajaran yang menggabungkan kreativitas, refleksi, dan kolaborasi antarsiswa lintas jenjang. Acara berlangsung pada pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, Kamis, 29 Mei 2025 di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dengan mengusung tema “A Single Word Can Change the World, and Literacy Paves the Path,” Li(gh)teration Day menampilkan ratusan karya literasi dari siswa mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang setara Sekolah Menengah Pertama (SL), dan Sekolah Menengah Atas (BLESS).
“Literasi adalah fondasi keterampilan berpikir. Melalui Li(gh)teration Day, kami ingin memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek literasi mampu menumbuhkan thinking skills, salah satu dari tiga pilar utama kurikulum kami, selain akhlak dan kepemimpinan,” ujar Principal SAI Cipedak Endah Mawarti.
Baca juga: MNC Peduli Dukung Peningkatan Literasi di Rumah Baca Sekolah Alam Semeru Lumajang
Li(gh)teration Day bukan sekadar selebrasi, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang SAI Cipedak dalam menanamkan karakter lifelong learners pada siswa. Menurut Endah, kegiatan ini penting untuk membiasakan siswa berpikir kritis, menuangkan gagasan, dan menyampaikan pemikiran secara bermakna sejak dini.
“Kondisi literasi Indonesia yang masih menantang menuntut pendekatan yang lebih hidup dan nyata dalam membangun kecintaan pada literasi,” tutur Endah.
Acara ini tidak hanya ditujukan bagi anggota komunitas SAI Cipedak, tetapi juga terbuka untuk umum. Diperkirakan lebih dari seribu anggota komunitas SAI Cipedak yang terdiri atas siswa, fasilitator, orang tua, dan alumni turut meramaikan acara ini.
Acara ini terbagi dalam dua elemen utama, yaitu stan pameran dan panggung pertunjukan. Di area stan, siswa mempresentasikan karya mereka secara langsung kepada pengunjung.
Karya-karya tersebut mencakup buku cerita, jurnal kegiatan outing, busy book (buku interaktif), giant book, lirik lagu, board game edukatif, hingga karya ilmiah lengkap dengan poster.
Sedangkan di panggung utama, setiap kelas menampilkan pertunjukan yang berangkat dari proses literasi mereka. Pertunjukan ini mengubah literasi menjadi ekspresi artistik yang komunikatif.
Dengan mengusung tema “A Single Word Can Change the World, and Literacy Paves the Path,” Li(gh)teration Day menampilkan ratusan karya literasi dari siswa mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang setara Sekolah Menengah Pertama (SL), dan Sekolah Menengah Atas (BLESS).
“Literasi adalah fondasi keterampilan berpikir. Melalui Li(gh)teration Day, kami ingin memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek literasi mampu menumbuhkan thinking skills, salah satu dari tiga pilar utama kurikulum kami, selain akhlak dan kepemimpinan,” ujar Principal SAI Cipedak Endah Mawarti.
Baca juga: MNC Peduli Dukung Peningkatan Literasi di Rumah Baca Sekolah Alam Semeru Lumajang
Li(gh)teration Day bukan sekadar selebrasi, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang SAI Cipedak dalam menanamkan karakter lifelong learners pada siswa. Menurut Endah, kegiatan ini penting untuk membiasakan siswa berpikir kritis, menuangkan gagasan, dan menyampaikan pemikiran secara bermakna sejak dini.
“Kondisi literasi Indonesia yang masih menantang menuntut pendekatan yang lebih hidup dan nyata dalam membangun kecintaan pada literasi,” tutur Endah.
Acara ini tidak hanya ditujukan bagi anggota komunitas SAI Cipedak, tetapi juga terbuka untuk umum. Diperkirakan lebih dari seribu anggota komunitas SAI Cipedak yang terdiri atas siswa, fasilitator, orang tua, dan alumni turut meramaikan acara ini.
Acara ini terbagi dalam dua elemen utama, yaitu stan pameran dan panggung pertunjukan. Di area stan, siswa mempresentasikan karya mereka secara langsung kepada pengunjung.
Karya-karya tersebut mencakup buku cerita, jurnal kegiatan outing, busy book (buku interaktif), giant book, lirik lagu, board game edukatif, hingga karya ilmiah lengkap dengan poster.
Sedangkan di panggung utama, setiap kelas menampilkan pertunjukan yang berangkat dari proses literasi mereka. Pertunjukan ini mengubah literasi menjadi ekspresi artistik yang komunikatif.
(rca)
Lihat Juga :