Beri Efek Jera, Bea Cukai Kudus Kawal Kasus Pita Cukai Palsu hingga Vonis Pengadilan
Rabu, 28 Mei 2025 - 10:27 WIB
loading...
Barang bukti pita cukai palsu yang diamankan Bea Cukai Kudus dalam pengungkapan kasus pada 22 Januari 2025. Tiga terdakwa sudah divonis bersalah oleh PN Kudus Rabu (7/5/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
KUDUS - Bea Cukai Kudus sejak berkominten terus mengawal kasus peredaran pita cukai palsu hingga disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kudus. Peredaran pita cukai palsu ini terbongkar pada 22 Januari 2025. Kasus yang melibatkan tiga pelaku berperan sebagai pembeli, perantara, dan penyedia ini telah diputuskan PN Kudus pada Rabu (7/5/2025).
Dalam kasus ini, Bea Cukai Kudus tidak hanya berhenti pada penangkapan. Mereka juga secara aktif mengawal proses penyidikan, menyerahkan tersangka, dan barang bukti ke Kejari Kudus pada 20 Maret 2025, hingga memastikan kasus ini berlanjut ke tahap penuntutan di Pengadilan Negeri Kudus pada 17 April 2025. "Akhirnya, perkara ini berhasil diputus dengan kekuatan hukum tetap pada 7 Mei 2025," kata Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Lenni Ika Wahyudiasti dalam siaran pers, Rabu (28/5/2025). Baca juga: Bea Cukai Kudus Amankan 9,9 Juta Rokok Ilegal di Kuartal I-2025
Lenni mengungkapkan terbongkarnya jaringan peredaran pita cukai palsu tersebut oleh Bea Cukai Kudus berawal dari informasi adanya mobil yang digunakan untuk mengangkut pita cukai yang diduga palsu dari wilayah Kudus. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyisiran di Jalan Lingkar Utara Kudus, hingga berhasil menemukan dan menghentikan mobil target yang tengah melintas di Jalan Raya Kudus-Colo menuju sebuah percetakan di Desa Bacin, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Dari mobil target yang dikemudikan oleh SA (31), petugas menemukan tiga rim pita cukai yang diduga palsu dan sudah terpotong. Sementara itu, dari percetakan di Desa Bacin, petugas menemukan enam rim pita cukai diduga palsu lainnya yang baru saja diserahkan oleh SA ke percetakan untuk dilakukan pemotongan. Berdasarkan pengakuan SA, ia mendapatkan pita cukai diduga palsu dari AS (52) yang beralamat di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Penggeledahan pun dilakukan di kediaman AS dan ditemukan 16 lembar pita cukai yang diduga palsu dan belum dipotong. Turut ditangkap pelaku lainnya, yaitu RN (47) di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang berdasarkan pengakuan SA bertindak sebagai pemberi perintah untuk mengadakan pita cukai diduga palsu.
Kegiatan membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, dan menyediakan untuk dijual pita cukai palsu melanggar Pasal 55 huruf b UU No 39/2007 tentang Perubahan UU No 11/1995 tentang Cukai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun serta pidana denda paling sedikit 8 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Dari tindak pidana yang dilakukan ketiga terpidana tersebut, potensi penerimaan negara yang tidak terpenuhi adalah Rp1,338 miliar dari nilai cukai, PPN, dan pajak rokok. Bea Cukai mengapresiasi Kejari Kudus dan PN atas sinergi dengan dalam penegakan hukum di bidang cukai.
”Dari kasus ini dapat kami sampaikan kepada masyarakat bahwa pita cukai yang asli dan resmi hanya dapat dipesan dan diambil di Kantor Bea Cukai. Semoga vonis terhadap ketiga tersangka menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran di bidang cukai,” ujarnya. Baca juga: Rokok Ilegal Bukan Persoalan Sepele, Potensi Kerugian Negara hingga Rp97 Triliun
Bea Cukai Kudus berkomitmen menekan peredaran rokok ilegal , baik rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bukan haknya (salah personalisasi), rokok yang pita cukainya tidak sesuai (salah peruntukannya), maupun rokok yang dilekati pita cukai bekas. Upaya preventif digelar mulai dari pemberian sosialisasi dengan berbagai metode dan media, pemasangan baliho, penyebaran pamflet dan stiker, hingga pemasangan iklan komersial tentang pemberantasan rokok ilegal.
”Kegiatan penindakan dan operasi pasar, baik mandiri maupun gabungan, juga masif kami laksanakan sebagai wujud sinergi serta dukungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam pemberantasan rokok ilegal," terangnya.
Dalam kasus ini, Bea Cukai Kudus tidak hanya berhenti pada penangkapan. Mereka juga secara aktif mengawal proses penyidikan, menyerahkan tersangka, dan barang bukti ke Kejari Kudus pada 20 Maret 2025, hingga memastikan kasus ini berlanjut ke tahap penuntutan di Pengadilan Negeri Kudus pada 17 April 2025. "Akhirnya, perkara ini berhasil diputus dengan kekuatan hukum tetap pada 7 Mei 2025," kata Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Lenni Ika Wahyudiasti dalam siaran pers, Rabu (28/5/2025). Baca juga: Bea Cukai Kudus Amankan 9,9 Juta Rokok Ilegal di Kuartal I-2025
Lenni mengungkapkan terbongkarnya jaringan peredaran pita cukai palsu tersebut oleh Bea Cukai Kudus berawal dari informasi adanya mobil yang digunakan untuk mengangkut pita cukai yang diduga palsu dari wilayah Kudus. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyisiran di Jalan Lingkar Utara Kudus, hingga berhasil menemukan dan menghentikan mobil target yang tengah melintas di Jalan Raya Kudus-Colo menuju sebuah percetakan di Desa Bacin, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Dari mobil target yang dikemudikan oleh SA (31), petugas menemukan tiga rim pita cukai yang diduga palsu dan sudah terpotong. Sementara itu, dari percetakan di Desa Bacin, petugas menemukan enam rim pita cukai diduga palsu lainnya yang baru saja diserahkan oleh SA ke percetakan untuk dilakukan pemotongan. Berdasarkan pengakuan SA, ia mendapatkan pita cukai diduga palsu dari AS (52) yang beralamat di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Penggeledahan pun dilakukan di kediaman AS dan ditemukan 16 lembar pita cukai yang diduga palsu dan belum dipotong. Turut ditangkap pelaku lainnya, yaitu RN (47) di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang berdasarkan pengakuan SA bertindak sebagai pemberi perintah untuk mengadakan pita cukai diduga palsu.
Kegiatan membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, dan menyediakan untuk dijual pita cukai palsu melanggar Pasal 55 huruf b UU No 39/2007 tentang Perubahan UU No 11/1995 tentang Cukai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun serta pidana denda paling sedikit 8 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Dari tindak pidana yang dilakukan ketiga terpidana tersebut, potensi penerimaan negara yang tidak terpenuhi adalah Rp1,338 miliar dari nilai cukai, PPN, dan pajak rokok. Bea Cukai mengapresiasi Kejari Kudus dan PN atas sinergi dengan dalam penegakan hukum di bidang cukai.
”Dari kasus ini dapat kami sampaikan kepada masyarakat bahwa pita cukai yang asli dan resmi hanya dapat dipesan dan diambil di Kantor Bea Cukai. Semoga vonis terhadap ketiga tersangka menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran di bidang cukai,” ujarnya. Baca juga: Rokok Ilegal Bukan Persoalan Sepele, Potensi Kerugian Negara hingga Rp97 Triliun
Bea Cukai Kudus berkomitmen menekan peredaran rokok ilegal , baik rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bukan haknya (salah personalisasi), rokok yang pita cukainya tidak sesuai (salah peruntukannya), maupun rokok yang dilekati pita cukai bekas. Upaya preventif digelar mulai dari pemberian sosialisasi dengan berbagai metode dan media, pemasangan baliho, penyebaran pamflet dan stiker, hingga pemasangan iklan komersial tentang pemberantasan rokok ilegal.
”Kegiatan penindakan dan operasi pasar, baik mandiri maupun gabungan, juga masif kami laksanakan sebagai wujud sinergi serta dukungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam pemberantasan rokok ilegal," terangnya.
(poe)
Lihat Juga :