Bawaslu Sumsel Sekolahkan 615 Pemuda Seputar Kepemiluan
Minggu, 03 Mei 2020 - 18:44 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
PALEMBANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merekrut 615 pemuda atau pemudi dari 17 Kabupaten atau kota di Sumsel untuk dididik dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Para calon anak didik SKPP tersebut akan dibekali pengetahuan seputar kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Anggota Bawaslu Sumsel yang juga Koordinator Divisi Pengawasan, Junaidi, mengatakan bahwa para peserta akan mengikuti pendidikan mulai Selasa, 5 Mei 2020 hingga pertengahan Juni mendatang. “Sebelum mengikuti pendidikan, para peserta akan dikukuhkan terlebih dahulu dengan mengikuti seremoni pembukaan SKPP, Senin (4/5/2020) besok,” ujar Junaidi di Palembang, Minggu (3/5/2020).
Junaidi menambahkan, proses pendidikan SKPP tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena kondisi pandemi Corona yang menyerang Indonesia, para pengajar dan anak didik tidak bertatap muka secara langsung, melainkan secara daring (online) menggunakan sistem informasi.
“Karenanya untuk tahun ini disebut SKPP Daring, karena proses pembelajarannya tidak dilakukan secara langsung tapi secara online,” ungkap Junaidi. ( Baca:Curhat Aktor Reza Rahadian Direspons Menkeu dengan Insentif Pajak )
Tak hanya proses pembelajaran, pembukaan SKPP Daring pun dilakukan secara online. Saat pembukaan, pimpinan Bawaslu Republik Indonesia, Pimpinan Bawaslu Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota dan para peserta tidak berada di tempat yang sama.
Anggota Bawaslu Sumsel yang juga Koordinator Divisi Pengawasan, Junaidi, mengatakan bahwa para peserta akan mengikuti pendidikan mulai Selasa, 5 Mei 2020 hingga pertengahan Juni mendatang. “Sebelum mengikuti pendidikan, para peserta akan dikukuhkan terlebih dahulu dengan mengikuti seremoni pembukaan SKPP, Senin (4/5/2020) besok,” ujar Junaidi di Palembang, Minggu (3/5/2020).
Junaidi menambahkan, proses pendidikan SKPP tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena kondisi pandemi Corona yang menyerang Indonesia, para pengajar dan anak didik tidak bertatap muka secara langsung, melainkan secara daring (online) menggunakan sistem informasi.
“Karenanya untuk tahun ini disebut SKPP Daring, karena proses pembelajarannya tidak dilakukan secara langsung tapi secara online,” ungkap Junaidi. ( Baca:Curhat Aktor Reza Rahadian Direspons Menkeu dengan Insentif Pajak )
Tak hanya proses pembelajaran, pembukaan SKPP Daring pun dilakukan secara online. Saat pembukaan, pimpinan Bawaslu Republik Indonesia, Pimpinan Bawaslu Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota dan para peserta tidak berada di tempat yang sama.
Lihat Juga :