Komitmen Gubernur Malut Tingkatkan Fasilitas Sekolah dan Hapus Uang Komite
Minggu, 25 Mei 2025 - 17:43 WIB
loading...
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berkomitmen mewujudkan kualitas pendidikan di Malut. Foto/Istimewa
A
A
A
MALUKU UTARA - Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berkomitmen mewujudkan kualitas pendidikan di Malut. Komitmen itu disampaikannya usai meluncurkan sistem penerimaan murid baru (SPMB) dan penyerahan buku tabungan (Bosda), Beasiswa PIP, serta penyerahan ijazah lulusan tahun 2025 dan sebelumnya yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Ternate pada Kamis (22/5/2025).
Dia menceritakan bahwa awalnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kebingungan mencari lokasi kegiatan yang memadai, hingga akhirnya dipilih aula SMK Negeri 2 Ternate. Kondisinya cukup memprihatinkan karena sudah termakan usia dan rusak di sejumlah bagian meski gedungnya luas dan besar.
“Pak Kadis bingung kegiatannya di mana. Memutuskan di SMK, katanya aulanya besar, tapi aulanya jelek. Saya bilang tidak apa-apa. Aulanya jelek itu kita datang saja,” ujar Sherly.
Baca juga: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Harap IICS MUN Bisa Cetak Diplomat Andal
Menurut dia, diperlukan kejujuran dalam menilai sarana dan prasarana SMA/SMK sederajat. Dari total 495 SMA/SMK sederajat, setengah di antaranya atau 250 kondisinya memprihatinkan.
“Biar kita semua pengambil kebijakan, para pengatur anggaran. Ada Pak DPRD, ada saya, Pak wagub, dan pimpinan OPD, kita melihat dan bercermin bahwa inilah kondisi sarpras (sarana-prasarana) dari SMA/SMK sederajat di Maluku Utara,” ujarnya.
“Saya selain meluncurkan juga akan menyerahkan bantuan renovasi untuk aula SMK Negeri 2. Kita tidak bisa cerdas dengan baik kalau tidak belajar di tempat yang nyaman. Oleh karena itu, di tahun 2025 ini, setelah pergeseran anggaran, kita mendapatkan Rp61 miliar dari APBD untuk merenovasi 64 fasilitas sekolah menengah atas,” sambungnya.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Malut mendapatkan bantuan dari APBN untuk renovasi 54 sekolah. “Jadi tahun ini sekitar 118 sekolah, dari total 250 sekolah yang rusak, akan direnovasi tahun 2025,” katanya.
Dia berkomitmen bakal terus melengkapi fasilitas pendukung di sekolah SMA/SMK sederajat, seperti laboratorium komputer, gedung olahraga, dan lapangan basket.
Dia pun bakal menghapuskan pungutan uang komite yang memberatkan para siswa. “Kita tidak bisa belajar dengan tenang kalau dikejar-kejar tagihan dari sekolah. Uang komite belum bayar tidak bisa ujian, uang komite tunggak tidak bisa ambil ijazah,” imbuhnya.
Pemprov Malut hadir untuk menggratiskan uang komite. Sebagai gantinya, Pemprov Malut yang bakal membayarkan ke sekolah masing-masing melalui bantuan operasional sekolah daerah (Bosda).
“Kemudian ijazah-ijazah yang belum diambil karena tunggakan komite di masa lalu sejak tahun 2020-2024 diputihkan dan hari ini dibagikan ijazah kurang lebih 2.330,” ujar Sherly.
Dia membagikan 16 ijazah, penyerahan buku rekening penerimaan bantuan beasiswa program Indonesia Pintar kepada tiga orang siswa, serta penyerahan buku tabungan Bosda kepada lima kepala sekolah secara simbolis.
Dia menceritakan bahwa awalnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kebingungan mencari lokasi kegiatan yang memadai, hingga akhirnya dipilih aula SMK Negeri 2 Ternate. Kondisinya cukup memprihatinkan karena sudah termakan usia dan rusak di sejumlah bagian meski gedungnya luas dan besar.
“Pak Kadis bingung kegiatannya di mana. Memutuskan di SMK, katanya aulanya besar, tapi aulanya jelek. Saya bilang tidak apa-apa. Aulanya jelek itu kita datang saja,” ujar Sherly.
Baca juga: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Harap IICS MUN Bisa Cetak Diplomat Andal
Menurut dia, diperlukan kejujuran dalam menilai sarana dan prasarana SMA/SMK sederajat. Dari total 495 SMA/SMK sederajat, setengah di antaranya atau 250 kondisinya memprihatinkan.
“Biar kita semua pengambil kebijakan, para pengatur anggaran. Ada Pak DPRD, ada saya, Pak wagub, dan pimpinan OPD, kita melihat dan bercermin bahwa inilah kondisi sarpras (sarana-prasarana) dari SMA/SMK sederajat di Maluku Utara,” ujarnya.
“Saya selain meluncurkan juga akan menyerahkan bantuan renovasi untuk aula SMK Negeri 2. Kita tidak bisa cerdas dengan baik kalau tidak belajar di tempat yang nyaman. Oleh karena itu, di tahun 2025 ini, setelah pergeseran anggaran, kita mendapatkan Rp61 miliar dari APBD untuk merenovasi 64 fasilitas sekolah menengah atas,” sambungnya.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Malut mendapatkan bantuan dari APBN untuk renovasi 54 sekolah. “Jadi tahun ini sekitar 118 sekolah, dari total 250 sekolah yang rusak, akan direnovasi tahun 2025,” katanya.
Dia berkomitmen bakal terus melengkapi fasilitas pendukung di sekolah SMA/SMK sederajat, seperti laboratorium komputer, gedung olahraga, dan lapangan basket.
Dia pun bakal menghapuskan pungutan uang komite yang memberatkan para siswa. “Kita tidak bisa belajar dengan tenang kalau dikejar-kejar tagihan dari sekolah. Uang komite belum bayar tidak bisa ujian, uang komite tunggak tidak bisa ambil ijazah,” imbuhnya.
Pemprov Malut hadir untuk menggratiskan uang komite. Sebagai gantinya, Pemprov Malut yang bakal membayarkan ke sekolah masing-masing melalui bantuan operasional sekolah daerah (Bosda).
“Kemudian ijazah-ijazah yang belum diambil karena tunggakan komite di masa lalu sejak tahun 2020-2024 diputihkan dan hari ini dibagikan ijazah kurang lebih 2.330,” ujar Sherly.
Dia membagikan 16 ijazah, penyerahan buku rekening penerimaan bantuan beasiswa program Indonesia Pintar kepada tiga orang siswa, serta penyerahan buku tabungan Bosda kepada lima kepala sekolah secara simbolis.
(rca)
Lihat Juga :