Pendidikan Agama Moderat Kunci Kebangkitkan Nasionalisme di Era Digital
Jum'at, 23 Mei 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jawa Barat ini menganggap eksklusivisme beragama lahir dari rasa curiga. Karenanya, hidup bersama dalam perbedaan, saling toleransi adalah cara efektif untuk menghilangkan eksklusivisme.
Menurutnya, jika generasi muda memiliki spirit moderat dalam beragama di ruang publik, maka akan timbul semangat untuk menjaga persatuan dan kerjasama untuk berjuang menciptakan bangkitnya semangat nasionalisme.
Bambang mengklaim momen kebangkitan nasional terjadi ketika semua warga bangsa merasa perlu membangun ikatan bersama menghadapi persoalan bersama saat itu, yakni kolonialisme.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak tantangan yang lebih berat dari kolonialisme pra-1945.
Sayangnya, tantangan intoleransi, radikalisme dan terorisme belum disadari bersama, sehingga masing-masing warga masih belum terpanggil untuk bergerak bersama.
“Pada titik inilah pendidikan agama secara moderat diperlukan untuk mendorong pentingnya hidup bersama dengan penganut agama apapun, demi menciptakan kebangkitan nasional yang kedua,” ujar Bambang.
Menurutnya, jika generasi muda memiliki spirit moderat dalam beragama di ruang publik, maka akan timbul semangat untuk menjaga persatuan dan kerjasama untuk berjuang menciptakan bangkitnya semangat nasionalisme.
Bambang mengklaim momen kebangkitan nasional terjadi ketika semua warga bangsa merasa perlu membangun ikatan bersama menghadapi persoalan bersama saat itu, yakni kolonialisme.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak tantangan yang lebih berat dari kolonialisme pra-1945.
Sayangnya, tantangan intoleransi, radikalisme dan terorisme belum disadari bersama, sehingga masing-masing warga masih belum terpanggil untuk bergerak bersama.
“Pada titik inilah pendidikan agama secara moderat diperlukan untuk mendorong pentingnya hidup bersama dengan penganut agama apapun, demi menciptakan kebangkitan nasional yang kedua,” ujar Bambang.
(shf)
Lihat Juga :