Kisah Haji Christiaan Snouck Hurgronje, Tipu Muslim Nusantara untuk Masuk ke Tanah Suci
Kamis, 22 Mei 2025 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kefasihan dalam bahasa Arab serta pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, Snouck Hurgronje berhasil menembus batas yang selama ini tak tersentuh oleh kaum non-Muslim.
Ia menjadi tokoh Barat pertama yang dapat menyaksikan langsung kehidupan di Makkah dan mendokumentasikannya secara visual dan tertulis.
Selama lebih dari satu tahun, ia bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah. Di sanalah ia memproduksi dua karya penting berjudul Mekka dan Bilder aus Mekka, yang memuat deskripsi serta dokumentasi mengenai kehidupan spiritual dan sosial di kota suci.
Karya-karya ini kelak menjadikannya salah satu tokoh orientalis paling berpengaruh pada masanya.
Pada periode itu, Belanda tengah memperkuat kekuasaan kolonialnya di Indonesia. Latar belakang akademis Snouck Hurgronje sebagai ahli keislaman menjadikannya sosok yang cocok untuk menjalankan misi pengintaian terhadap tokoh-tokoh Islam dari Indonesia yang bermukim atau singgah di Timur Tengah.
Secara strategis, rumahnya di Jeddah berdekatan dengan kediaman seorang tokoh bangsawan Aceh. Tokoh ini menjadi target utama intelijen kolonial yang ingin memantau aktivitas umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke Makkah.
Perusahaan Hindia Timur Belanda saat itu gencar mengumpulkan informasi tentang masyarakat Muslim Indonesia yang taat, terutama yang telah melakukan perjalanan haji.
Meskipun identitas aslinya tersembunyi, Snouck Hurgronje sebenarnya menjalani kehidupan Barat yang sangat bertolak belakang dengan tampilan luar dirinya.
Namun demikian, ia berhasil menipu banyak orang dan dianggap sebagai seorang Muslim sejati yang bernama Abdul Ghaffaar oleh masyarakat lokal.
Ia menjadi tokoh Barat pertama yang dapat menyaksikan langsung kehidupan di Makkah dan mendokumentasikannya secara visual dan tertulis.
Selama lebih dari satu tahun, ia bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah. Di sanalah ia memproduksi dua karya penting berjudul Mekka dan Bilder aus Mekka, yang memuat deskripsi serta dokumentasi mengenai kehidupan spiritual dan sosial di kota suci.
Karya-karya ini kelak menjadikannya salah satu tokoh orientalis paling berpengaruh pada masanya.
Pada periode itu, Belanda tengah memperkuat kekuasaan kolonialnya di Indonesia. Latar belakang akademis Snouck Hurgronje sebagai ahli keislaman menjadikannya sosok yang cocok untuk menjalankan misi pengintaian terhadap tokoh-tokoh Islam dari Indonesia yang bermukim atau singgah di Timur Tengah.
Secara strategis, rumahnya di Jeddah berdekatan dengan kediaman seorang tokoh bangsawan Aceh. Tokoh ini menjadi target utama intelijen kolonial yang ingin memantau aktivitas umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke Makkah.
Perusahaan Hindia Timur Belanda saat itu gencar mengumpulkan informasi tentang masyarakat Muslim Indonesia yang taat, terutama yang telah melakukan perjalanan haji.
Meskipun identitas aslinya tersembunyi, Snouck Hurgronje sebenarnya menjalani kehidupan Barat yang sangat bertolak belakang dengan tampilan luar dirinya.
Namun demikian, ia berhasil menipu banyak orang dan dianggap sebagai seorang Muslim sejati yang bernama Abdul Ghaffaar oleh masyarakat lokal.
Lihat Juga :