Ketua PC PMII Ciputat Fauzan Bahasuan Masa Bakti 2025–2026 Resmi Dilantik
Selasa, 20 Mei 2025 - 19:41 WIB
loading...
Ketua PC PMII Ciputat Fauzan Bahasuan dan pengurus baru periode 2025–2026. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat resmi melantik Ketua PC PMII Ciputat Fauzan Bahasuan dan pengurus baru periode 2025–2026. Pelantikan berlangsung di Wisma Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta .
Acara pelantikan ini mengusung tema “Rekonstruksi Pemikiran dan Menciptakan Ekosistem Arus Baru” sebagai refleksi atas arah baru gerakan kaderisasi dan intelektualisme dalam tubuh PMII Ciputat.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari alumni PMII lintas generasi, akademisi, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta kader-kader PMII dari berbagai komisariat di bawah naungan cabang Ciputat.
Baca juga: UIN Jakarta Siap Buka Tiga Program Doktor Baru di 3 Fakultas
Hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifudin, hakim MK periode 2014-2024 Wahiduddin Adams, anggota DPR Fraksi PKB Ahmad Fauzi, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, Ketua PB Kopri 1994-1997 Diana Mutiah, Ketua PB Kopri 1980-1982 Fadhilah Suralaga dan tokoh-tokoh nasional lainnya yang merupakan alumni PMII Ciputat
Dalam pidato sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar tagline, Rekonstruksi pemikiran adalah langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif kader PMII bahwa gerakan mahasiswa tidak bisa stagnan pada pola lama. Kami ingin menciptakan ekosistem gerakan yang progresif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan zaman, baik secara intelektual, sosial, maupun spiritual.
Baca juga: Kemenkum Sahkan PB IKA PMII Periode 2025-2030, Fathan Subchi Ajak Alumni Bersatu
"Rekonstruksi pemikiran menuntut kita untuk tidak sekadar mengulang apa yang telah ada, akan tetapi berani mengkaji ulang, mengkritisi, dan memperbaharui cara kita berpikir dalam merespons zaman serta memaknai perjuangan. Di tengah era disrupsi yang terjadi di berbagai bidang—politik, ekonomi, teknologi, bahkan budaya—kita harus hadir dengan nalar baru, dengan cara berpikir yang kontekstual dan progresif, namun tetap berakar pada nilai," ujar Fauzan, Selasa (20/5/2025).
Fauzan menegaskan ini bukan tentang mengganti arah, tetapi memperkuat arus kita agar lebih kuat menembus zaman. Rekonstruksi Pemikiran dan Menciptakan Ekosistem Arus Baru adalah PMII harus menjadi episentrum tempat ide-ide tumbuh, kolaborasi hidup, dan kaderisasi berlangsung dengan semangat pembaharuan.
Dalam acara ini, PMII Ciputat juga mengadakan bazaar UMKM dengan menggandeng pelaku UMKM sekitar Ciputat yang berasal dari masyarakat dan kader PMII Ciputat. "Ini adalah upaya berkhidmat dan melebur ke masyarakat serta menjadi ruang untuk para kader menuangkan kreativitas dalam konteks kewirausahaan," kata Fauzan.
Acara pelantikan ini mengusung tema “Rekonstruksi Pemikiran dan Menciptakan Ekosistem Arus Baru” sebagai refleksi atas arah baru gerakan kaderisasi dan intelektualisme dalam tubuh PMII Ciputat.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari alumni PMII lintas generasi, akademisi, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta kader-kader PMII dari berbagai komisariat di bawah naungan cabang Ciputat.
Baca juga: UIN Jakarta Siap Buka Tiga Program Doktor Baru di 3 Fakultas
Hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifudin, hakim MK periode 2014-2024 Wahiduddin Adams, anggota DPR Fraksi PKB Ahmad Fauzi, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, Ketua PB Kopri 1994-1997 Diana Mutiah, Ketua PB Kopri 1980-1982 Fadhilah Suralaga dan tokoh-tokoh nasional lainnya yang merupakan alumni PMII Ciputat
Dalam pidato sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar tagline, Rekonstruksi pemikiran adalah langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif kader PMII bahwa gerakan mahasiswa tidak bisa stagnan pada pola lama. Kami ingin menciptakan ekosistem gerakan yang progresif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan zaman, baik secara intelektual, sosial, maupun spiritual.
Baca juga: Kemenkum Sahkan PB IKA PMII Periode 2025-2030, Fathan Subchi Ajak Alumni Bersatu
"Rekonstruksi pemikiran menuntut kita untuk tidak sekadar mengulang apa yang telah ada, akan tetapi berani mengkaji ulang, mengkritisi, dan memperbaharui cara kita berpikir dalam merespons zaman serta memaknai perjuangan. Di tengah era disrupsi yang terjadi di berbagai bidang—politik, ekonomi, teknologi, bahkan budaya—kita harus hadir dengan nalar baru, dengan cara berpikir yang kontekstual dan progresif, namun tetap berakar pada nilai," ujar Fauzan, Selasa (20/5/2025).
Fauzan menegaskan ini bukan tentang mengganti arah, tetapi memperkuat arus kita agar lebih kuat menembus zaman. Rekonstruksi Pemikiran dan Menciptakan Ekosistem Arus Baru adalah PMII harus menjadi episentrum tempat ide-ide tumbuh, kolaborasi hidup, dan kaderisasi berlangsung dengan semangat pembaharuan.
Dalam acara ini, PMII Ciputat juga mengadakan bazaar UMKM dengan menggandeng pelaku UMKM sekitar Ciputat yang berasal dari masyarakat dan kader PMII Ciputat. "Ini adalah upaya berkhidmat dan melebur ke masyarakat serta menjadi ruang untuk para kader menuangkan kreativitas dalam konteks kewirausahaan," kata Fauzan.
(cip)
Lihat Juga :