Asal-usul Nama Ibu Kota Pakuan Pajajaran yang Ditandai Tumbuhan Paku Berjajar
Senin, 19 Mei 2025 - 09:54 WIB
loading...
Prabu Siliwangi menjadi Raja Pajajaran yang termasyhur. Kerajaan ini berada di barat Pulau Jawa atau wilayah tanah Sunda. Foto: Ist
A
A
A
PRABUSiliwangi menjadi Raja Pajajaran yang termasyhur. Kerajaan ini berada di barat Pulau Jawa atau berada di wilayah tanah Sunda. Memiliki ibu kota di Pakuan Pajajaran, kerajaan ini menjadi salah satu kerajaan besar di daratan Sunda sejak masa Tarumanagara.
Ada beberapa prasasti yang menggambarkan bagaimana perjalanan dan asal usul Kerajaan Pajajaran, mulai dari Prasasti Kebantenan, Prasasti Batutulis, dan sumber sejarah dari naskah lontar yang dituliskan di masa itu.
Baca juga: Kisah Ratu Sakti: Naik Takhta hingga Kemunduran Kerajaan Pajajaran
Di Prasasti Kebantenan misalnya terukir nama pakuan. Sedangkan dalam Prasasti Batutulis dan naskah-naskah lontar huruf bersangkutan ditulisnya menggunakan pasangan atau tanda baca yang mengubah suatu huruf menjadi berubah bunyi vokal misalnya semula a jadi e atau o atau menambahkan bunyi atau konsonan tertentu di tengah atau di belakang sehingga menjadi pakwan.
Ejaan dalam Prasasti Kebantenan mengenai vokal /u/ dan /a/ yang berurut sama dengan Prasasti Wastu Kancana di Kawali. Di situ ada kata-kata kadatuan dan buana sebagaimana dikutip dari buku "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi" karya Saleh Danasasmita.
Ada beberapa prasasti yang menggambarkan bagaimana perjalanan dan asal usul Kerajaan Pajajaran, mulai dari Prasasti Kebantenan, Prasasti Batutulis, dan sumber sejarah dari naskah lontar yang dituliskan di masa itu.
Baca juga: Kisah Ratu Sakti: Naik Takhta hingga Kemunduran Kerajaan Pajajaran
Di Prasasti Kebantenan misalnya terukir nama pakuan. Sedangkan dalam Prasasti Batutulis dan naskah-naskah lontar huruf bersangkutan ditulisnya menggunakan pasangan atau tanda baca yang mengubah suatu huruf menjadi berubah bunyi vokal misalnya semula a jadi e atau o atau menambahkan bunyi atau konsonan tertentu di tengah atau di belakang sehingga menjadi pakwan.
Ejaan dalam Prasasti Kebantenan mengenai vokal /u/ dan /a/ yang berurut sama dengan Prasasti Wastu Kancana di Kawali. Di situ ada kata-kata kadatuan dan buana sebagaimana dikutip dari buku "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi" karya Saleh Danasasmita.
Lihat Juga :