Kisah Arca Raden Wijaya dan Gayatri Pendiri Kerajaan Majapahit
Minggu, 18 Mei 2025 - 05:59 WIB
loading...
Raden Wijaya dan istrinya Gayatri diabadikan spesial dalam bentuk arca. Posisi Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit memiliki keistimewaan tersendiri. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
SOSOK Raden Wijaya dan istrinya Gayatri Rajapatni dicandikan dan diabadikan spesial dalam bentuk arca. Posisi Raden Wijaya sang pendiri Kerajaan Majapahit memiliki keistimewaan tersendiri. Ia konon dicandikan di Simping, sebagai Harihara.
Raden Wijaya disebut sebagai sinkretisme dari Siwa dan Wisnu. Arcanya sangat bagus, berupa seorang bangsawan bermahkota, bertangan empat, tangan kanannya yang atas memegang terompet tutup kerang, berpakaian kebesaran, berkain dengan aneka ragam pola batik.
Baca juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol
Adanya empat tangan dan terompet tutup kerang jelas menunjukkan bahwa arca itu adalah kombinasi antara Siwa dan Wisnu yang disebut Harihara. Arca tersebut dibubuhkan ciri Wisnu kemungkinan karena dimaksudkan untuk membayangkan jasa Kertarajasa (Raden Wijaya) dalam merebut kembali kekuasaan pada tahun 1293, dari tangan Raja Jayakatwang.
Sedangkan arca Prajnyaparamita konon diidentikkan dengan sang istri Gayatri. Pada kesusastraan Bhudisme, Dewi Prajnyaparamita dipandang sebagai jelmaan segala kesempurnaan sifat Bodhisatwa, lambang kesempurnaan sejati, sebagaimana dikatakan sejarawan Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama".
Arca Prajnyaparamita itu konon sempat dibawa Belanda tapi akhirnya disimpan di museum di Jakarta, karena dipandang sebagai salah satu arca yang paling bagus. Bibirnya dibuat dari emas, sampai sekarang arca itu dianggap sebagai arca dewa biasa.
Raden Wijaya disebut sebagai sinkretisme dari Siwa dan Wisnu. Arcanya sangat bagus, berupa seorang bangsawan bermahkota, bertangan empat, tangan kanannya yang atas memegang terompet tutup kerang, berpakaian kebesaran, berkain dengan aneka ragam pola batik.
Baca juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol
Adanya empat tangan dan terompet tutup kerang jelas menunjukkan bahwa arca itu adalah kombinasi antara Siwa dan Wisnu yang disebut Harihara. Arca tersebut dibubuhkan ciri Wisnu kemungkinan karena dimaksudkan untuk membayangkan jasa Kertarajasa (Raden Wijaya) dalam merebut kembali kekuasaan pada tahun 1293, dari tangan Raja Jayakatwang.
Sedangkan arca Prajnyaparamita konon diidentikkan dengan sang istri Gayatri. Pada kesusastraan Bhudisme, Dewi Prajnyaparamita dipandang sebagai jelmaan segala kesempurnaan sifat Bodhisatwa, lambang kesempurnaan sejati, sebagaimana dikatakan sejarawan Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama".
Arca Prajnyaparamita itu konon sempat dibawa Belanda tapi akhirnya disimpan di museum di Jakarta, karena dipandang sebagai salah satu arca yang paling bagus. Bibirnya dibuat dari emas, sampai sekarang arca itu dianggap sebagai arca dewa biasa.
Lihat Juga :