Kisah Penguasa Mataram Minta 100 Gadis, namun Ditolak Sultan Banten Berujung Perang Dingin
Kamis, 15 Mei 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Truijtman, utusan Belanda di Batavia, kedua belah pihak bagaikan dua musuh besar yang saling amat menakuti. Demikianlah, maka pisau yang satu membuat pisau yang kedua tetap berada di dalam sarung.
Di momen menjelang perkawinan itu, bahkan konon terjadi percakapan antara Tumenggung Pati dengan penguasa wilayah Banten. Sang Tumenggung meminta rekomendasi 100 gadis yang akan dibawa dan dipilih. Nantinya konon hanya dua gadis saja yang akan dipilih dari 100 gadis Banten yang diminta.
Sayang prosesi itu ditolak Banten. Mereka konon meminta gadis-gadis Banten menolaknya. Sebab, Sultan Banten ingin memilihnya sendiri siapa warganya yang akan dinikahkan dengan putra pejabat Kerajaan Mataram.
Konon hal inilah yang tak disukai Mataram sehingga memunculkan perang dingin berujung pada putusnya hubungan kedua kesultanan Islam saat itu.
Di momen menjelang perkawinan itu, bahkan konon terjadi percakapan antara Tumenggung Pati dengan penguasa wilayah Banten. Sang Tumenggung meminta rekomendasi 100 gadis yang akan dibawa dan dipilih. Nantinya konon hanya dua gadis saja yang akan dipilih dari 100 gadis Banten yang diminta.
Sayang prosesi itu ditolak Banten. Mereka konon meminta gadis-gadis Banten menolaknya. Sebab, Sultan Banten ingin memilihnya sendiri siapa warganya yang akan dinikahkan dengan putra pejabat Kerajaan Mataram.
Konon hal inilah yang tak disukai Mataram sehingga memunculkan perang dingin berujung pada putusnya hubungan kedua kesultanan Islam saat itu.
(jon)
Lihat Juga :