Kematian Sultan Agung Membuat Pengaruh Kerajaan Mataram Melemah
Rabu, 14 Mei 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
H.J. De Graaf dalam bukunya berjudul "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I" yang dikutip SindoNews, Rabu (14/5/2025) mengisahkan, hanya Palembang yang tetap setia sampai akhir mendukung langkah Kerajaan Mataram di bawah kekuasaan Sultan Amangkurat I. Entah mengapa Palembang masih mendukung dan setia ke Mataram.
Bisa saja berdasarkan tradisi lama, atau karena merasa terancam oleh musuh Mataram, yaitu Banten dan Jambi yang sedang berkembang dengan pesat. Wilayah Jambi sendiri memang masih memberi sembah dan setianya ke Raja Mataram.
Baca juga: Ambisi Amangkurat I Bangun Istana Megah Mataram yang Tertunda Akibat Huru-hara Internal
Tetapi tidak lama kemudian terdapat suatu aliran yang kuat sekali dalam kerajaan ini, khususnya di kalangan generasi muda, yang ingin memisahkan diri dari Jawa. Di Kalimantan pun nyaris sama. Setelah 1660 tidak terdapat lagi sisa - sisa kekuasaan Mataram, sedangkan Makassar menghargai orang Jawa paling-paling sebagai sekutu.
Bahkan dari ikhtisar singkat ini pun sudah terlihat bahwa, antara kenyataan dan pengakuan tentang luasnya kekuasaan itu, terdapat jurang yang dari tahun ke tahun menjadi semakin dalam dan semakin lebar. Di sinilah perlu ditelaah proses kehancuran kerajaan di Jawa dan daerah seberang ini dengan lebih teliti.
Bisa saja berdasarkan tradisi lama, atau karena merasa terancam oleh musuh Mataram, yaitu Banten dan Jambi yang sedang berkembang dengan pesat. Wilayah Jambi sendiri memang masih memberi sembah dan setianya ke Raja Mataram.
Baca juga: Ambisi Amangkurat I Bangun Istana Megah Mataram yang Tertunda Akibat Huru-hara Internal
Tetapi tidak lama kemudian terdapat suatu aliran yang kuat sekali dalam kerajaan ini, khususnya di kalangan generasi muda, yang ingin memisahkan diri dari Jawa. Di Kalimantan pun nyaris sama. Setelah 1660 tidak terdapat lagi sisa - sisa kekuasaan Mataram, sedangkan Makassar menghargai orang Jawa paling-paling sebagai sekutu.
Bahkan dari ikhtisar singkat ini pun sudah terlihat bahwa, antara kenyataan dan pengakuan tentang luasnya kekuasaan itu, terdapat jurang yang dari tahun ke tahun menjadi semakin dalam dan semakin lebar. Di sinilah perlu ditelaah proses kehancuran kerajaan di Jawa dan daerah seberang ini dengan lebih teliti.
Lihat Juga :