Kematian Sultan Agung Membuat Pengaruh Kerajaan Mataram Melemah
Rabu, 14 Mei 2025 - 07:35 WIB
loading...
Wafatnya Sultan Agung membuat satu persatu wilayah Kerajaan Mataram mulai melepaskan diri. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wafatnya Sultan Agung membuat satu persatu wilayah Kerajaan Mataram mulai melepaskan diri. Saat itu kekuasaan Sultan Agung diwariskan ke anaknya bernama Sultan Amangkurat I. Saat di masa Sultan Amangkurat I itulah pengaruh kekuasaan Mataram mulai menurun ditandai semakin sempitnya wilayah kekuasaan.
Blambangan contohnya yang semula di masa Sultan Agung bisa ditaklukkan, konon akhirnya terlepas. Di Blambangan ini adanya serbuan orang-orang Bali sehingga membentuk kerajaan kecil yang berdiri sendiri, dengan raja yang juga menamakan dirinya susuhunan.
Upaya penguasaan wilayah Banten oleh Mataram semasa Sultan Agung pun tak dilanjutkan oleh anaknya. Banten yang aman di belakang Batavia di bawah kekuasaan Belanda, tak pernah mengakui kekuasaan Mataram.
Di luar Pulau Jawa, beberapa daerah yang semasa Sultan Agung memberi hormat mulai menyatakan membelot. Raja Makassar yang sejak 1635 bersekutu dengan Mataram, hendak diterima Sunan hanya sebagai seorang hamba dari sebuah daerah taklukan, sekalipun Raja Makassar itu sendiri tidak pernah mengakui Mataram sebagai pertuanan yang lebih tinggi.
Baca juga: Strategi Raja Mataram Percepat Pembangunan Istana Megah, Sayembara hingga Kerahkan 300 Ribu Warga
Blambangan contohnya yang semula di masa Sultan Agung bisa ditaklukkan, konon akhirnya terlepas. Di Blambangan ini adanya serbuan orang-orang Bali sehingga membentuk kerajaan kecil yang berdiri sendiri, dengan raja yang juga menamakan dirinya susuhunan.
Upaya penguasaan wilayah Banten oleh Mataram semasa Sultan Agung pun tak dilanjutkan oleh anaknya. Banten yang aman di belakang Batavia di bawah kekuasaan Belanda, tak pernah mengakui kekuasaan Mataram.
Di luar Pulau Jawa, beberapa daerah yang semasa Sultan Agung memberi hormat mulai menyatakan membelot. Raja Makassar yang sejak 1635 bersekutu dengan Mataram, hendak diterima Sunan hanya sebagai seorang hamba dari sebuah daerah taklukan, sekalipun Raja Makassar itu sendiri tidak pernah mengakui Mataram sebagai pertuanan yang lebih tinggi.
Baca juga: Strategi Raja Mataram Percepat Pembangunan Istana Megah, Sayembara hingga Kerahkan 300 Ribu Warga
Lihat Juga :