Kisah Prabu Siliwangi Bertakhta di Singgasana Palangka Batu Sakral Raja Pajajaran

Rabu, 14 Mei 2025 - 05:45 WIB
loading...
Kisah Prabu Siliwangi...
Prabu Siliwangi merupakan raja terkenal di Kerajaan Pajajaran di Pulau Jawa bagian barat. Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan luas di barat Pulau Jawa. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
PRABUSiliwangi merupakan salah satu raja terkenal di Kerajaan Pajajaran yang ada di Pulau Jawa bagian barat. Kerajaan Pajajaran konon memiliki wilayah kekuasaan luas di barat Pulau Jawa.

Batu sakral warisan Prabu Siliwangi konon menjadi penanda kekuasaan Raja Pajajaran itu.

Baca juga: Kisah Kesaktian Prabu Siliwangi Mengalahkan Macan Putih

Batu bernama Palangka itu dibuat oleh Susuktunggal. Batu Palangka menjadi singgasana sang raja Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi bertakhta.

Palangka itu khusus untuk keperluan upacara penobatan raja di Pakuan. Sekarang singgasana itu disebut watu gigilang (batu yang gemerlapan).

Konon batu itulah yang sempat diangkut oleh Banten ketika penyerangan ke Pajajaran pada tahun 1579.

Saleh Danasasmita pada "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi", mengisahkan bagaimana batu sakral yang diangkut itu membuat Kerajaan Pajajaran secara tradisi tidak bisa dilakukan penobatan raja baru.

Baca juga: Munculnya Macan Putih di Makam Raja Singasari Candi Mleri Blitar Menggemparkan

Keraton Sang Bima tempat Siliwangi tinggal dan memerintah sama dengan Sri Bima.

Di situ dijelaskan bagaimana Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi menerima warisan Kerajaan Pajajaran dari Susuktunggal. Sedangkan dalam Purwaka Caruban disebutkan bahwa Susuktunggal adalah putera Wastu Kancana.

Antara Susuktunggal dan Anggalarang terselang oleh raja-raja seperti Banyaklarang-Banyak Wangi-Munding Kawati. Di Purwaka Caruban yang ditulis pada 172) pun terkena penyakit babad umumnya.

Misalnya, dari Wastu Kancana ke Maharaja Adimulya hanya terhalang oleh empat raja.

Padahal Maharaja Adimulya adalah tokoh yang dalam Carita Parahiyangan disebut sebagai Tamperan alias Rakeyan Panaraban, putera Sanjaya.

Menurut Poerbatjaraka, Rakeyan Panaraban sama dengan tokoh Rakai Panangkaran, putera Sanjaya dalam Prasasti Raja Balitung (907), masa hidupnya pada abad ke-8, sedangkan masa hidup Wastu Kancana pada abad ke-15, selisih tujuh abad atau tujuh ratusan tahun.

Sehingga tentu saja sangat tak masuk akal jika selisih waktu tujuh abad hanya terisi oleh empat orang raja.

Susuktunggal memang putera Wastu Kancana. Bisa jadi ia adalah putera sulung yang dijadikan raja di Pakuan. Ini adalah raja daerah, sehingga tidak meneruskan memegang keprabuan. Karena itu, ia tidak bisa dimasukkan ke dalam silsilah khusus Susuhunan Sunda.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sultan Ibrahim Dilantik...
Sultan Ibrahim Dilantik sebagai Raja Malaysia ke-17
4 Raja dengan Ratusan...
4 Raja dengan Ratusan Istri hingga Dianugerahi Ribuan Anak
Kisah Misteri Gunung...
Kisah Misteri Gunung Halimun, Benteng Gaib Prabu Siliwangi yang Kerap Terjadi Kecelakaan Pesawat
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved