Pilkada Karawang, Dari Dapur Hingga Pendopo
Senin, 07 September 2020 - 13:43 WIB
loading...
Pasangan Yesi Karya Lianti (kerudung merah) - Aldy Fairuz bakal menjadi lawan berat Cellica, karena Yesi pernah menjadi adik Ipar Cellica. Foto SINDOnews
A
A
A
KARAWANG - Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang akan digelar 9 Desember 2020 sudah bisa dipastikan akan diperebutkan oleh tiga pasangan. Petahana Bupati Cellica Nurrachadiana - Aep Saepuloh bakal bertarung melawan Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari - Yusni dan satu lagi kuda hitam pasangan Yesi Karya Lianti - Aldy Fairuz bakal meramaikan perhelatan pilkada Karawang.
Ada yang menarik dalam pilkada kali ini karena masing-masing bakal calon sudah sangat mengenal lawannya hingga sampai ke dapur rumah. Pertarungan Cellica versus Ahmad Zamksyari yang sama-sama petahana bupati dan wakil bupati 2015 -2020, diperkirakan berlangsung sengit. Sejak satu tahun kebelakang keduanya sudah mulai melakukan sosialisasi ketingkat grasroot. (Baca: Antisipasi COVID-19, KPU Karawang Batasi Pendaftaran Calon)
Tentunya itu dilakukan dengan dibungkus tugas kenegaraan. Artinya fasilitas pemerintah benar-benar digunakan untuk persiapan suksesi 2020. Cellica tetap optimis dapat melanjutkan pemerintahan meski tidak lagi berpasangan dengan Ahmad Zamaksyar. Sebaliknya Ahmad Zamaksyari mengaku era kepemimpinan Cellica sudah habis dan tidak bisa dilanjutkan karena dianggap gagal memimpin Karawang.
Cellica dan Ahmad Zamaksyari meski merupakan pasangan bupati dan wakil bupati periode 2015-2020. Namun selama lima tahun perintahan boleh dibilang keduanya tidak pernah akur, yang oleh masyarakat Karawang disebut pemerintahan Disharmoni. Dalam banyak kebijakan keduanya selalu bersebrangan.
Kalaupun pernah seirama itu terjadi satu tahun awal pemerintahan. Selebihnya, keduanya selalu bertengkar untuk banyak permasalahan pemerintahan. Kini mereka benar-benar bertarung dalam Pilkada untuk membuktikan kepada publik Karawang, siapa yang pantas memimpin Karawang.
Ada yang menarik dalam pilkada kali ini karena masing-masing bakal calon sudah sangat mengenal lawannya hingga sampai ke dapur rumah. Pertarungan Cellica versus Ahmad Zamksyari yang sama-sama petahana bupati dan wakil bupati 2015 -2020, diperkirakan berlangsung sengit. Sejak satu tahun kebelakang keduanya sudah mulai melakukan sosialisasi ketingkat grasroot. (Baca: Antisipasi COVID-19, KPU Karawang Batasi Pendaftaran Calon)
Tentunya itu dilakukan dengan dibungkus tugas kenegaraan. Artinya fasilitas pemerintah benar-benar digunakan untuk persiapan suksesi 2020. Cellica tetap optimis dapat melanjutkan pemerintahan meski tidak lagi berpasangan dengan Ahmad Zamaksyar. Sebaliknya Ahmad Zamaksyari mengaku era kepemimpinan Cellica sudah habis dan tidak bisa dilanjutkan karena dianggap gagal memimpin Karawang.
Cellica dan Ahmad Zamaksyari meski merupakan pasangan bupati dan wakil bupati periode 2015-2020. Namun selama lima tahun perintahan boleh dibilang keduanya tidak pernah akur, yang oleh masyarakat Karawang disebut pemerintahan Disharmoni. Dalam banyak kebijakan keduanya selalu bersebrangan.
Kalaupun pernah seirama itu terjadi satu tahun awal pemerintahan. Selebihnya, keduanya selalu bertengkar untuk banyak permasalahan pemerintahan. Kini mereka benar-benar bertarung dalam Pilkada untuk membuktikan kepada publik Karawang, siapa yang pantas memimpin Karawang.
Lihat Juga :