Pilkada Karawang, Dari Dapur Hingga Pendopo

loading...
Pilkada Karawang, Dari Dapur Hingga Pendopo
Pasangan Yesi Karya Lianti (kerudung merah) - Aldy Fairuz bakal menjadi lawan berat Cellica, karena Yesi pernah menjadi adik Ipar Cellica. Foto SINDOnews
KARAWANG - Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang akan digelar 9 Desember 2020 sudah bisa dipastikan akan diperebutkan oleh tiga pasangan. Petahana Bupati Cellica Nurrachadiana - Aep Saepuloh bakal bertarung melawan Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari - Yusni dan satu lagi kuda hitam pasangan Yesi Karya Lianti - Aldy Fairuz bakal meramaikan perhelatan pilkada Karawang.

Ada yang menarik dalam pilkada kali ini karena masing-masing bakal calon sudah sangat mengenal lawannya hingga sampai ke dapur rumah. Pertarungan Cellica versus Ahmad Zamksyari yang sama-sama petahana bupati dan wakil bupati 2015 -2020, diperkirakan berlangsung sengit. Sejak satu tahun kebelakang keduanya sudah mulai melakukan sosialisasi ketingkat grasroot. (Baca: Antisipasi COVID-19, KPU Karawang Batasi Pendaftaran Calon)

Tentunya itu dilakukan dengan dibungkus tugas kenegaraan. Artinya fasilitas pemerintah benar-benar digunakan untuk persiapan suksesi 2020. Cellica tetap optimis dapat melanjutkan pemerintahan meski tidak lagi berpasangan dengan Ahmad Zamaksyar. Sebaliknya Ahmad Zamaksyari mengaku era kepemimpinan Cellica sudah habis dan tidak bisa dilanjutkan karena dianggap gagal memimpin Karawang.

Cellica dan Ahmad Zamaksyari meski merupakan pasangan bupati dan wakil bupati periode 2015-2020. Namun selama lima tahun perintahan boleh dibilang keduanya tidak pernah akur, yang oleh masyarakat Karawang disebut pemerintahan Disharmoni. Dalam banyak kebijakan keduanya selalu bersebrangan.



Kalaupun pernah seirama itu terjadi satu tahun awal pemerintahan. Selebihnya, keduanya selalu bertengkar untuk banyak permasalahan pemerintahan. Kini mereka benar-benar bertarung dalam Pilkada untuk membuktikan kepada publik Karawang, siapa yang pantas memimpin Karawang.

Pilkada Karawang semakin sengit dengan munculnya Yesi Karya Lianti yang berpasangan dengan Adly Fairuz. Buat Cellica, munculnya Yesi Karya Lianti sebagai saingan dalam Pilkada merupakan kelanjutan dari pertengkaran masalah pribadi. Yesi Karya Lianti sebelumnya merupakan adik ipar Cellica karena pernikahan dengan Yedi, kakak dari Yesi. (Baca: Calonkan Artis Cucu Wapres Ma'ruf Amin di Pilkada Karawang, Ini Penjelasan PDIP)

Namun pernikahan Cellica dan Yedi kandas ditengah jalan saat Cellica menjabat bupati. Namun hubungan keluarga diantara mereka masih berlangsung hingga saat pemilihan legislatif. Yesi yang mencalonkan DPR RI dari Demokrat gagal menuju senayan, meski daerah pemilihan Karawang di kuasai Cellica. Cellica dituding tidak tulus membantunya, hingga gagal menuju senayan. Pertengkaran antara mereka semakin meluas karena mantan suami Cellica, Yedi, mendorong Yesi maju Pilkada melawan Cellica.



Yesi akhirnya memutuskan maju dalam Pilkada Karawang berpasangan dengan Adly Fairuz. Majunya Yesi yang optimis bisa menumbangkan Cellica, lantaran dukungan dari keluarga terhadap Cellica selama ini bakal terhenti. Keluarga H. Karya selama ini cukup dikenal oleh masyarakat Karawang dan diketahui mendukung Cellica.

Namun dengan masuknya Yesi sebagai calon bupati dipastikan dukungan keluarga H. Karya akan pindah ke Yesi. Padahal keluarga H. Karya selama ini menjadi kantung suara buat Cellica. Pilkada Karawang kali ini bukan hanya tentang politik semata, tapi lebih dari itu kepentingan pribadi ikut memberi warna. Ini bukan lagi tentang siapa yang berkuasa, tapi tentang siapa yang bakal dipermalukan.
(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top