Di Mapolda Riau, Rocky Gerung-UAS: Menjaga Alam Adalah Iman, Ilmu, dan Tanggung Jawab Peradaban
Sabtu, 10 Mei 2025 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
UAS menekankan menanam pohon adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah pelakunya wafat. “Ini amal jariyah. Tapi sebaliknya, merusak hutan, membakar lahan, menebang tanpa izin itu kejahatan besar yang sering disamarkan dengan simbol-simbol agama. Padahal jelas bertentangan dengan nilai tauhid,” tambahnya.
UAS juga menegaskan pertobatan dari pelaku perusakan alam bukan hanya dalam bentuk kata, tetapi aksi nyata. “Kalau betul tobat, ayo tanam pohon. Jaga sungai. Bersihkan lingkungan. Itulah bukti iman,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Menjaga alam adalah bagian dari iman dan kebudayaan Melayu yang luhur. "Kehancuran alam akibat manusia bukan sekadar masalah ekologi, tetapi juga masalah moral dan spiritual," ungkap UAS.
Acara yang dikemas hangat ini juga dihiasi pantun-pantun Melayu dan humor cerdas dari kedua narasumber. Kehadiran mahasiswa, tokoh adat, komunitas bikers, hingga pejabat utama Polda Riau menjadikan kajian ini lintas generasi dan latar belakang.
Menjelang akhir, acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh UAS. Ia memohon agar masyarakat Riau diberi kekuatan menjadi penjaga bumi yang amanah dan bertanggung jawab. “Jangan biarkan bumi kita menangis karena tangan kita sendiri,” ucapnya haru.
Kapolda Riau dalam penutupan menyampaikan harapan agar kajian ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan menjaga lingkungan hidup sebagai bentuk ibadah, akhlak, dan peradaban.
"Saya berharap dengan acara ini bisa menjadi momentum, bisa menjadi melting pot untuk kita semua dalam memperkuat persatuan dan kesatuan kita, dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan," ungkapnya.
UAS juga menegaskan pertobatan dari pelaku perusakan alam bukan hanya dalam bentuk kata, tetapi aksi nyata. “Kalau betul tobat, ayo tanam pohon. Jaga sungai. Bersihkan lingkungan. Itulah bukti iman,” tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Menjaga alam adalah bagian dari iman dan kebudayaan Melayu yang luhur. "Kehancuran alam akibat manusia bukan sekadar masalah ekologi, tetapi juga masalah moral dan spiritual," ungkap UAS.
Acara yang dikemas hangat ini juga dihiasi pantun-pantun Melayu dan humor cerdas dari kedua narasumber. Kehadiran mahasiswa, tokoh adat, komunitas bikers, hingga pejabat utama Polda Riau menjadikan kajian ini lintas generasi dan latar belakang.
Menjelang akhir, acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh UAS. Ia memohon agar masyarakat Riau diberi kekuatan menjadi penjaga bumi yang amanah dan bertanggung jawab. “Jangan biarkan bumi kita menangis karena tangan kita sendiri,” ucapnya haru.
Kapolda Riau dalam penutupan menyampaikan harapan agar kajian ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan menjaga lingkungan hidup sebagai bentuk ibadah, akhlak, dan peradaban.
"Saya berharap dengan acara ini bisa menjadi momentum, bisa menjadi melting pot untuk kita semua dalam memperkuat persatuan dan kesatuan kita, dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :