Kisah Tunggul Ametung, Penguasa Tumapel dari Kaum Rendahan yang Menyusahkan Rakyat
Rabu, 07 Mei 2025 - 07:51 WIB
loading...
Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel di bawah Kerajaan Kediri. Berawal dari pemberontakan tersebut, Tumapel melakukan perlawanan ke Kertajaya yang berkuasa di Daha, ibu kota Kerajaan Kediri. Foto: Ist
A
A
A
KENArok berhasil membunuh Tunggul Ametung, sang penguasa Tumapel di bawah Kerajaan Kediri. Berawal dari pemberontakan tersebut, Tumapel melakukan perlawanan ke Kertajaya yang berkuasa di Daha, ibu kota Kerajaan Kediri.
Tumapel sebelum merdeka merupakan akuwu atau setingkat bupati di bawah kekuasaan Kediri yang dipimpin Tunggul Ametung. Tunggul Ametung dan Kertajaya saat itu sama-sama memiliki sifat egois dan tidak bisa diatur serta keras kepala.
Baca juga: Cinta Segitiga Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung: Pemilik Rahim Ibu Raja Jawa
Keduanya juga memiliki kebiasaan buruk sama-sama suka merampas dan mengambil harta benda rakyatnya. Mereka kerap hidup bermewah-mewahan di istana ibu kota, di luar gubug reyot yang menjadi tempat tinggal rakyat Tumapel.
Sifat Tunggul Ametung bahkan disebut sama dengan Kertajaya yakni sama-sama menistakan dan menghina Brahmana atau golongan pemuka agama dalam Hindu Siwa sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan".
Tumapel sebelum merdeka merupakan akuwu atau setingkat bupati di bawah kekuasaan Kediri yang dipimpin Tunggul Ametung. Tunggul Ametung dan Kertajaya saat itu sama-sama memiliki sifat egois dan tidak bisa diatur serta keras kepala.
Baca juga: Cinta Segitiga Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung: Pemilik Rahim Ibu Raja Jawa
Keduanya juga memiliki kebiasaan buruk sama-sama suka merampas dan mengambil harta benda rakyatnya. Mereka kerap hidup bermewah-mewahan di istana ibu kota, di luar gubug reyot yang menjadi tempat tinggal rakyat Tumapel.
Sifat Tunggul Ametung bahkan disebut sama dengan Kertajaya yakni sama-sama menistakan dan menghina Brahmana atau golongan pemuka agama dalam Hindu Siwa sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan".
Lihat Juga :