Dorong Kapasitas Tes Swab, Ganjar Kumpulkan Pengelola Laboratorium
Minggu, 03 Mei 2020 - 17:17 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo . FOTO : IST
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengumpulkan seluruh pengelola laboratorium tes PCR yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tujuannya untuk melakukan pengecekan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas tes PCR di Jateng.
Hal ini dikarenakan jumlah peningkatan kasus covid-19 di Jawa Tengah cukup tinggi. Sampai saat ini, sudah ada 799 kasus positif, 30.056 orang dalam pemantauan (ODP) dan 949 pasien dalam pengawasan (PDP).
Tujuh pengelola laboratorium dikumpulkan Ganjar di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks kantor gubernur Jateng, Minggu (3/5/2020). Diantaranya BBTKL Jogjakarta, Laboratorium Litbang Vektor Salatiga, RSUP Kariadi, RSUD Moewardi, RSND Undip, RSUD Wongsonegoro dan RS UNS Solo.
"Kami mencoba mengecek seluruh kekuatan laboratorium kita untuk melakukan tes PCR. Saya minta, dengan grafik peningkatan cukup tinggi di Jateng, maka kecepatan tes laboratorium ini sangat penting," kata dia.
Dari laporan para pengurus laboratorium lanjut Ganjar, diketahui bahwa mereka membutuhkan peralatan otomatis. Selain itu, di beberapa laboratorium juga membutuhkan penambahan sumber daya manusia.
"Makanya kami inventarisasi semuanya. Untuk modernisasi alat, segera kami belikan. Untuk penambahan SDM, itu hanya beberapa titik saja," terangnya.
Saat ini lanjut Ganjar, kapasitas tes PCR di Jateng hanya sekitar 600 spesimen perhari. Dirinya meminta agar jumlah itu ditingkatkan, minimal menjadi 1000 spesimen perhari.
Hal ini dikarenakan jumlah peningkatan kasus covid-19 di Jawa Tengah cukup tinggi. Sampai saat ini, sudah ada 799 kasus positif, 30.056 orang dalam pemantauan (ODP) dan 949 pasien dalam pengawasan (PDP).
Tujuh pengelola laboratorium dikumpulkan Ganjar di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks kantor gubernur Jateng, Minggu (3/5/2020). Diantaranya BBTKL Jogjakarta, Laboratorium Litbang Vektor Salatiga, RSUP Kariadi, RSUD Moewardi, RSND Undip, RSUD Wongsonegoro dan RS UNS Solo.
"Kami mencoba mengecek seluruh kekuatan laboratorium kita untuk melakukan tes PCR. Saya minta, dengan grafik peningkatan cukup tinggi di Jateng, maka kecepatan tes laboratorium ini sangat penting," kata dia.
Dari laporan para pengurus laboratorium lanjut Ganjar, diketahui bahwa mereka membutuhkan peralatan otomatis. Selain itu, di beberapa laboratorium juga membutuhkan penambahan sumber daya manusia.
"Makanya kami inventarisasi semuanya. Untuk modernisasi alat, segera kami belikan. Untuk penambahan SDM, itu hanya beberapa titik saja," terangnya.
Saat ini lanjut Ganjar, kapasitas tes PCR di Jateng hanya sekitar 600 spesimen perhari. Dirinya meminta agar jumlah itu ditingkatkan, minimal menjadi 1000 spesimen perhari.
Lihat Juga :