Viral Batu Kerikil Terjahit di Jidat Anak, Malapraktik Diduga Terjadi di RSUD Majalaya

Selasa, 06 Mei 2025 - 16:46 WIB
loading...
Viral Batu Kerikil Terjahit...
Sebuah batu kerikil ikut terjahit dalam luka di bagian jidat diduga akibat malapraktik saat mendapat perawatan medis di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung. Foto/Facebook
A A A
BANDUNG - Viral unggahan seorang ibu di media sosial yang menyatakan bahwa anaknya menjadi korban kesalahan medis atau malapraktik setelah mengalami luka di bagian jidat akibat kecelakaan.

Dalam proses penjahitan luka, sebuah batu kerikil berukuran cukup besar justru ikut terjahit di dalam luka tersebut saat mendapat perawatan medis di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Prabumulih Geger, Bidan Diduga Malapraktik hingga Pasien Meninggal Dunia

Unggahan tersebut dipublikasikan melalui akun Facebook bernama Nevii Dumdum, dan langsung menyita perhatian warganet. Dalam unggahannya, korban mengungkapkan kekesalan terhadap tim medis RSUD Majalaya lantaran adanya batu tersebut.



Namun unggahan tersebut kini sudah hilang sejak Senin (5/5) lantaran sudah di hapus oleh pemilik akun.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, menyatakan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia menegaskan bahwa keluarga pasien telah diberikan penjelasan secara langsung oleh pihak rumah sakit.

Baca juga: Bocah Diduga Korban Malapraktik di Bekasi Meninggal Dunia

“Kasus yang viral kemarin sebenarnya sudah clear. Kami sudah bertemu langsung dengan keluarga pasien dan memberikan penjelasan. Mereka pun sudah memahami,” kata Agus saat ditemui, Selasa (6/5/2025).

Agus mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar 10 hari yang lalu, meski ia tidak menyebut tanggal pastinya. Ia menjelaskan bahwa anak tersebut dibawa ke RSUD Majalaya setelah mengalami kecelakaan, diduga akibat jatuh dari kendaraan.

“Katanya jatuh dari kendaraan kalau nggak salah ya, untuk kronologisnya. Jadi si anak memang mengalami luka di bagian jidat,” jelasnya.

Terkait keberadaan batu kerikil yang ikut terjahit di dalam luka anak tersebut, Agus menyebut bahwa tim medis sudah menyadari adanya benda asing di dalam jaringan luka.

Namun, pada saat kejadian petugas medis harus mengambil keputusan cepat sesuai kondisi kegawatdaruratan.

“Karena ini kondisi gawat darurat, maka prioritas utama adalah keselamatan pasien. Saat itu, ada kekhawatiran kalau batu tersebut dipaksakan diambil bisa mengganggu organ dalam di sekitar lokasi luka. Bisa terjadi pendarahan atau komplikasi lainnya,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa keluarga pasien saat itu telah diberi penjelasan bahwa batu tersebut aman dan akan keluar sendiri seiring waktu atau saat kontrol selanjutnya.

“Itu juga sudah disampaikan kepada keluarganya bahwa barang itu aman dan akan keluar sendiri. Tapi mungkin karena suasana kepanikan, akhirnya ada anggota keluarga yang melontarkan curhat di media sosial,” katanya.

Namun, Agus menyayangkan bahwa setelah perawatan awal, pihak keluarga sempat tidak kembali melakukan kontrol ke rumah sakit, sehingga perkembangan luka tidak terpantau secara optimal.

“Pasiennya sempat tidak kontrol ke rumah sakit, jadi tidak terfollow-up dengan baik. Tapi setelah kejadian ini ramai di media sosial, akhirnya kami bertemu lagi dengan keluarga dan menjelaskan kembali. Sekarang anaknya sudah kembali kontrol ke rumah sakit,” ucap Agus.

Ia memastikan bahwa anak tersebut kini sudah mendapat penanganan dari dokter spesialis bedah, dan pihak rumah sakit telah menugaskan petugas khusus untuk memantau perawatan luka di rumah pasien.

“Perawatan sekarang dilanjutkan di rumah dan ada petugas dari rumah sakit yang langsung follow up untuk perawatan harian. Semuanya sudah kami ambil alih,” tuturnya.

Agus juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan petugas IGD saat itu sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dalam penanganan kegawatdaruratan.

“Sudah. Secara SOP, petugas di UGD sudah sudah mengikuti apa yang menjadi alur atau regulasi di dalam penanganan ini,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kekayaan Juri Lomba...
Kekayaan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Indri Rp3,9 M, Dyastasita Rp581 Juta
Sosok Dewan Juri Lomba...
Sosok Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR yang Viral dan Disorot Netizen
Habis UI Terbitlah ITB,...
Habis UI Terbitlah ITB, Viral Lagu Mahasiswa Tambang Lecehkan Perempuan
Kang Cucun Tinjau Program...
Kang Cucun Tinjau Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Lahan BUMN
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
MC Gak Ada Etika! Netizen...
MC Gak Ada Etika! Netizen Geram Kelakuan MC Potong Aspirasi Warga Kalteng
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Rekomendasi
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved