Viral Batu Kerikil Terjahit di Jidat Anak, Malapraktik Diduga Terjadi di RSUD Majalaya
Selasa, 06 Mei 2025 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bocah Diduga Korban Malapraktik di Bekasi Meninggal Dunia
“Kasus yang viral kemarin sebenarnya sudah clear. Kami sudah bertemu langsung dengan keluarga pasien dan memberikan penjelasan. Mereka pun sudah memahami,” kata Agus saat ditemui, Selasa (6/5/2025).
Agus mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar 10 hari yang lalu, meski ia tidak menyebut tanggal pastinya. Ia menjelaskan bahwa anak tersebut dibawa ke RSUD Majalaya setelah mengalami kecelakaan, diduga akibat jatuh dari kendaraan.
“Katanya jatuh dari kendaraan kalau nggak salah ya, untuk kronologisnya. Jadi si anak memang mengalami luka di bagian jidat,” jelasnya.
Terkait keberadaan batu kerikil yang ikut terjahit di dalam luka anak tersebut, Agus menyebut bahwa tim medis sudah menyadari adanya benda asing di dalam jaringan luka.
Namun, pada saat kejadian petugas medis harus mengambil keputusan cepat sesuai kondisi kegawatdaruratan.
“Karena ini kondisi gawat darurat, maka prioritas utama adalah keselamatan pasien. Saat itu, ada kekhawatiran kalau batu tersebut dipaksakan diambil bisa mengganggu organ dalam di sekitar lokasi luka. Bisa terjadi pendarahan atau komplikasi lainnya,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa keluarga pasien saat itu telah diberi penjelasan bahwa batu tersebut aman dan akan keluar sendiri seiring waktu atau saat kontrol selanjutnya.
“Kasus yang viral kemarin sebenarnya sudah clear. Kami sudah bertemu langsung dengan keluarga pasien dan memberikan penjelasan. Mereka pun sudah memahami,” kata Agus saat ditemui, Selasa (6/5/2025).
Agus mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar 10 hari yang lalu, meski ia tidak menyebut tanggal pastinya. Ia menjelaskan bahwa anak tersebut dibawa ke RSUD Majalaya setelah mengalami kecelakaan, diduga akibat jatuh dari kendaraan.
“Katanya jatuh dari kendaraan kalau nggak salah ya, untuk kronologisnya. Jadi si anak memang mengalami luka di bagian jidat,” jelasnya.
Terkait keberadaan batu kerikil yang ikut terjahit di dalam luka anak tersebut, Agus menyebut bahwa tim medis sudah menyadari adanya benda asing di dalam jaringan luka.
Namun, pada saat kejadian petugas medis harus mengambil keputusan cepat sesuai kondisi kegawatdaruratan.
“Karena ini kondisi gawat darurat, maka prioritas utama adalah keselamatan pasien. Saat itu, ada kekhawatiran kalau batu tersebut dipaksakan diambil bisa mengganggu organ dalam di sekitar lokasi luka. Bisa terjadi pendarahan atau komplikasi lainnya,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa keluarga pasien saat itu telah diberi penjelasan bahwa batu tersebut aman dan akan keluar sendiri seiring waktu atau saat kontrol selanjutnya.
Lihat Juga :