Kisah Pembunuhan Ken Arok di Meja Makan yang Menggegerkan Tumapel
Selasa, 06 Mei 2025 - 07:17 WIB
loading...
Ken Arok alias Raja Rajasa mati terbunuh oleh orang dari Batil, suruhan Anusapati dengan tusukan Keris Gandring pada waktu senja ketika Sang Prabu sedang makan. FOTO ILUSTRASI/IST
A
A
A
JAKARTA - KEN Arok , penguasa Tumapel atau pendiri Kerajaan Singasari , menikah dengan janda cantik bernama Ken Dedes. Sebelum menikah dengan Ken Arok, Ken Dedes memiliki satu anak bernama Anusapati dari pernikahannya dengan Tunggul Ametung, akuwu Tumapel di bawah wilayah Kerajaan Kediri.
Setelah melakukan pemberontakan dan berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menikahi Ken Dedes. Dari pernikahan itu, Ken Arok mendapatkan tiga putra yakni Mahisa Wunga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya, serta satu orang putri bernama Dewi Rimbu. Sementara dari pernikahan dengan istri pertama, Ken Umang, Ken Arok memiliki tiga putra yaitu Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola, serta satu putri bernama Dewi Rambi.
Seiring perjalanan, konon waktu ada perbedaan perlakuan antara 8 anak biologis Ken Arok dengan dua istrinya, serta satu anak sambungnya Anusapati. Suatu ketika Anusapati benar-benar merasa heran dengan perbedaan perlakuan kasih sayang oleh Ken Arok itu. Ken Dedes sendiri sejak awal berusaha menyembunyikan peristiwa pembunuhan Tunggul Ametung, suami pertamanya oleh Ken Arok.
Baca juga: Momen Tokoh Agama di Tumapel Tak Berani Menentang Keputusan Ken Arok Menikahi Ken Dedes
Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" mengungkap, Prasasti Mula-Malurung membedah perbedaan perlakuan Ken Arok ke-9 anaknya itu. Di Prasasti Mula-Malurung itu menjelaskan, Raja-Raja Kediri sesudah tahun 1222 adalah keturunan Raja Rajasa atau Ken Arok, yakni Bhatara Parameswara yakni Mahisa Wunga Teleng, Guning Bhaya atau Agni Bhaya, dan Tohjaya, anak dari pernikahan Ken Arok dan Ken Umang.
Setelah melakukan pemberontakan dan berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menikahi Ken Dedes. Dari pernikahan itu, Ken Arok mendapatkan tiga putra yakni Mahisa Wunga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya, serta satu orang putri bernama Dewi Rimbu. Sementara dari pernikahan dengan istri pertama, Ken Umang, Ken Arok memiliki tiga putra yaitu Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola, serta satu putri bernama Dewi Rambi.
Seiring perjalanan, konon waktu ada perbedaan perlakuan antara 8 anak biologis Ken Arok dengan dua istrinya, serta satu anak sambungnya Anusapati. Suatu ketika Anusapati benar-benar merasa heran dengan perbedaan perlakuan kasih sayang oleh Ken Arok itu. Ken Dedes sendiri sejak awal berusaha menyembunyikan peristiwa pembunuhan Tunggul Ametung, suami pertamanya oleh Ken Arok.
Baca juga: Momen Tokoh Agama di Tumapel Tak Berani Menentang Keputusan Ken Arok Menikahi Ken Dedes
Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" mengungkap, Prasasti Mula-Malurung membedah perbedaan perlakuan Ken Arok ke-9 anaknya itu. Di Prasasti Mula-Malurung itu menjelaskan, Raja-Raja Kediri sesudah tahun 1222 adalah keturunan Raja Rajasa atau Ken Arok, yakni Bhatara Parameswara yakni Mahisa Wunga Teleng, Guning Bhaya atau Agni Bhaya, dan Tohjaya, anak dari pernikahan Ken Arok dan Ken Umang.
Lihat Juga :