Kisah Penolakan Rakyat Tumapel ketika Ken Arok Mengangkat Ken Dedes Jadi Penguasa

Senin, 05 Mei 2025 - 05:58 WIB
loading...
Kisah Penolakan Rakyat...
Ken Arok menghabisi nyawa Tunggul Ametung, penguasa Tumapel melalui tangan Kebo Ijo. Saat Ken Dedes diangkat jadi pemimpin Tumapel, rakyat justru menolaknya. Foto/Ilustrasi kolase/@ainusantara
A A A
KEN AROK menghabisi nyawa Tunggul Ametung sang penguasa Tumapel melalui tangan Kebo Ijo. Strategi licik yang dilakukan Ken Arok dengan meminjam Kebo Ijo sebagai pelaku pembunuhan akhirnya berhasil.

Sang penguasa Tumapel itu tewas dengan keris yang dihunuskan oleh Kebo Ijo. Misi menggulingkan Tunggul Ametung pun terwujud.

Baca juga: Rahasia Kecantikan Ken Dedes, Cahaya Betisnya Memikat Ken Arok

Di luar bilik kamar Tunggul Ametung, Ken Arok membisikkan ke Ken Dedes bahwa permainan telah usai. Ken Dedes pun menjawab bahwa strategi menggulingkan Tunggul Ametung melalui Kebo Ijo berhasil.

Ken Arok segera mengajak Ken Dedes ke pendopo Pakuwuan untuk mengangkat Ken Dedes sebagai pemimpin Tumapel.

Di hadapan massa rakyat yang mengepung pakuwuan, Ken Arok mengatakan bahwa karena Tunggul Ametung telah tewas, maka yang menjadi penguasa penuh adalah Paramesywari, Ken Dedes.

Sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan", pernyataan Ken Arok itu pun langsung disambut massa di luar pendopo dengan teriakan.

Baca juga: Murka Anusapati Setelah Ken Dedes Bocorkan Pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok

Mereka konon tidak bisa menerima jika yang menjadi penguasa Tumapel pasca Tunggul Ametung adalah Ken Dedes.

Menurut mereka, Ken Arok- lah yang seharusnya diangkat sebagai pemimpin Tumapel. Mendengar protes ramai-ramai di luar pendopo itu, Ken Dedes langsung terkejut dan melemparkan pandangan matanya ke Arok. Paramesywari itu, mukanya langsung agak tegang.

Ken Arok pun lantas mengulangi pernyataannya lagi bahwa dengan mangkatnya si akuwu, maka yang menjabat akuwu baru adalah Parameswari.

Namun massa justru semakin keras protesnya. Akhirnya Ken Arok maju dan mengangkat tangannya sebagai tanda untuk tenang. la pun menyuruh massa untuk diam, sehingga protes- protes massa itu menjadi reda seketika.

Melihat fenomena ini, Ken Dedes langsung tahu bahwa mayoritas rakyat Tumapel lebih patuh dan tunduk pada Ken Arok.

Tetapi diam-diam Ken Dedes, agak tidak rela jika jabatan sebagai akuwu Tumapel itu jatuh ke Arok dan bukan ke pangkuannya. Sebab, Ken Dedes merasa bahwa dirinya merupakan seorang brahmani dan Ken Arok adalah seorang yang berdarah sudra.

Karenanya sudah sepantasnya kalau jabatan akuwu itu berada dalam genggamannya. Namun ia juga bersikap realistis bahwa mayoritas rakyat Tumapel lebih menghendaki Arok menjadi akuwu, bukan dirinya.

Mereka lebih patuh dan lebih mendengarkan suaranya Arok daripada dirinya. Tentu saja suara rakyat ini tidak bisa diabaikan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Nadiem Sambut Pengembalian...
Nadiem Sambut Pengembalian 4 Arca yang 3 Abad Disimpan di Belanda
Setelah 3 Abad di Belanda,...
Setelah 3 Abad di Belanda, Satu Arca Candi Singosari Kembali ke Tanah Air
Posisi Arca Dwarapala...
Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved