Ditinggal Mudik saat Lebaran 2025, Jakarta Alami Penurunan Inflasi
Minggu, 04 Mei 2025 - 11:56 WIB
loading...
Ditinggal warganya yang mudik, inflasi Jakarta alami penurunan dari 2 persen pada Maret menjadi 1,44 persen April 2025. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ditinggal warganya yang mudik, inflasi Jakarta alami penurunan dari 2 persen pada Maret menjadi 1,44 persen April 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi itu bersumber dari kelompok perumahan, perawatan pribadi, dan jasa Lainnya. Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan, serta transportasi.
“Inflasi Jakarta secara tahunan tetap terjaga yaitu sebesar 2,21% (yoy), meskipun lebih tinggi dibandingkan nasional (1,95%; yoy),” ujar Arlyana, Sabtu (3/5/2025).
Inflasi yang terjadi bersumber dari normalisasi tarif listrik khususnya untuk pelanggan pascabayar setelah berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik dan peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan tren harga emas global.
Diketahui, komoditas emas perhiasan terus mengalami inflasi sejak September 2023 hingga kini, kecuali pada September 2024.
Selain itu, kenaikan harga sayur seperti bawang merah, putih, dan tomat menyebabkan kenaikan inflasi. Meskipun harga cabai rawit dan daging ayam ras turun namun hal itu tak menolong laju inflasi.
Di sisi lain, penurunan harga BBM nonsubsidi dan kebijakan diskon angkutan umum selama HBKN Ramadan dan Idulfitri membuat laju inflasi tak melonjak.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi itu bersumber dari kelompok perumahan, perawatan pribadi, dan jasa Lainnya. Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan, serta transportasi.
“Inflasi Jakarta secara tahunan tetap terjaga yaitu sebesar 2,21% (yoy), meskipun lebih tinggi dibandingkan nasional (1,95%; yoy),” ujar Arlyana, Sabtu (3/5/2025).
Inflasi yang terjadi bersumber dari normalisasi tarif listrik khususnya untuk pelanggan pascabayar setelah berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik dan peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan tren harga emas global.
Diketahui, komoditas emas perhiasan terus mengalami inflasi sejak September 2023 hingga kini, kecuali pada September 2024.
Selain itu, kenaikan harga sayur seperti bawang merah, putih, dan tomat menyebabkan kenaikan inflasi. Meskipun harga cabai rawit dan daging ayam ras turun namun hal itu tak menolong laju inflasi.
Di sisi lain, penurunan harga BBM nonsubsidi dan kebijakan diskon angkutan umum selama HBKN Ramadan dan Idulfitri membuat laju inflasi tak melonjak.
Lihat Juga :