Program MBG Perlu Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, dan Masyarakat
Jum'at, 02 Mei 2025 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Camat Sikunir, Saharudin, mengapresiasi kehadiran tim Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting untuk menghapus kesimpangsiuran informasi yang selama ini beredar di masyarakat. "Kini warga mendapatkan pemahaman yang jelas dan transparan tentang manfaat dan pelaksanaan MBG," katanya.
Sementara itu, Sesdep Prokerma Lalu Muhammad Iwan menjelaskan, saat ini telah beroperasi 30 SPPG di NTB dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 35 pada 5 Mei 2025. Ia menekankan selain meningkatkan gizi, MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan kerja sama dengan petani, peternak, serta nelayan setempat.
"Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur-dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar, menjadikan MBG sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan," tuturnya.
Program MBG mendapat sambutan positif dari masyarakat Lombok Timur, khususnya bagi balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sesdep Prokerma Lalu Muhammad Iwan menjelaskan, saat ini telah beroperasi 30 SPPG di NTB dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 35 pada 5 Mei 2025. Ia menekankan selain meningkatkan gizi, MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan kerja sama dengan petani, peternak, serta nelayan setempat.
"Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur-dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar, menjadikan MBG sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan," tuturnya.
Program MBG mendapat sambutan positif dari masyarakat Lombok Timur, khususnya bagi balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
(abd)
Lihat Juga :